Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usia Kota Probolinggo 666 Tahun, Jauh Lebih Tua dari Kabupaten, Pemkot Rencanakan Kaji Ulang Sejarah

Arif Mashudi • Jumat, 5 September 2025 | 22:50 WIB

 

 

Kantor Wali Kota Probolinggo saat dipotret dari udara. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
Kantor Wali Kota Probolinggo saat dipotret dari udara. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

KANIGARAN, Radar Bromo–Tanggal 4 September sudah lama ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Probolinggo. Tahun ini, usia Kota Probolinggo mencapai 666 tahun.

Namun, setiap peringatan Hari Jadi, pertanyaan kritis terdengar. Benarkah Kota Probolinggo sudah berusia setua itu?

Tidak sekadar pertanyaan tanpa makna. Pemkot Probolinggo merespons pertanyaan itu dengan serius.

Tahun ini, Pemkot Probolinggo berencana mengkaji ulang kebenaran usia Kota Probolinggo.

Salah satu alasannya, usia Kota Probolinggo jauh lebih tua dibanding Kabupaten Probolinggo.

Tahun ini, Kabupaten Probolinggo berusia ke-279. Artinya, Kabupaten Probolinggo lahir pada tahun 1746.

Sedangkan Kota Probolinggo dengan usia 666 tahun, maka hari lahirnya tahun 1359. Ini yang dinilai aneh.

Sebab, Pemkot Probolinggo secara formal baru berdiri pada tahun 1918 sebagai Kota Administratif atau gementee yang dibentuk Hindia Belanda.

“Memang banyak yang meragukan dan mempertanyakan Hari Jadi Kota Probolinggo yang kini mencapai ke-666. Sebab, umumnya usia pemerintahan kota itu lebih muda dibanding pemerintahan kabupaten,” terang Wali Kota Probolinggo Aminuddin.

Menurutnya, kebenaran usia Kota Probolinggo sangat dibutuhkan untuk meluruskan sejarah dan menjaga kebenaran berdirinya Kota Probolinggo.

Karena itu, Pemkot Probolinggo berencana mengkaji ulang kebenaran usia Kota Probolinggo. 

Untuk mendapatkan kebenaran usia Kota Probolinggo menurutnya, pemkot akan melakukan kajian ulang.

Rencananya, pemkot akan menghadirkan profesor sejarah dari UGM. Namun, karena situasi dan kondisi (sikon) nasional belum kondusif, rencana tersebut ditunda.

”Sudah kami rencanakan untuk mengkaji itu. Rencananya kami akan mengdatangkan ahli sejarah untuk memastikan sejarah berdirinya Kota Probolinggo dan usia hari jadinya,” katanya .

Hal serupa diungkapkan Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardahani.

Dirinya ingat betul saat masih mahasiswa, orang tuanya Koentjoro Soehadi menjadi Wakil Wali Kota Probolinggo periode 2003-2008.

Saat itu, pemkot sempat mendatangkan ahli sejarah. Namun, karena keterbatasan teknologi saat itu, belum ditentukan hasil sejarah yang ditelusuri untuk Kota Probolinggo.

”Saat jadi Wakil Wali Kota Probolinggo, ayah saya juga sempat berusaha menelusuri sejarah Kota Probolinggo. Namun, karena keterbatasan teknologi, tidak seperti sekarang. Jadi tidak sampai selesai,” terangnya. (mas/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#hari jadi #sejarah #Kota Probolinggo #pemkot probolinggo #Wali Kota Probolinggo #dokter aminuddin