MAYANGAN, Radar Bromo- Penolakan Stadion Bayungga dijadikan tempat event serangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo, tidak mengubah keputusan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini memastikan kegiatan tersebut tetap akan digelar di Stadion Bayuangga. Namun, ia menjamin tidak akan merusak fasilitas lapangan.
Aminuddin mengaku, sudah menyampaikan kepada panitia Hari Jadi Kota untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di stadion tidak merusak stadion. Tentunya, dapat dilihat nantinya, seperti apa pelaksanaannya.
“Event hari jadi, kami pastikan tidak sesuai dengan praduga yang akan merusak stadion. Bahkan, akan menyemarakkan proses-proses kegiatan di stadion,” katanya.
Aminuddin menambahkan, pelaksanaan Hari Jadi Kota di Stadion Bayuangga bukan tanpa alasan. Pihaknya berencana menyambungkan pusat keramaian di Kota Probolinggo dari sisi timur hingga barat.
Mulai dari Klenteng, GOR A. Yani, Car Free Day Jalan Suroyo, dan lanjut di Stadion Bayuangga.
Apalagi, di stadion sudah mulai muncul kegiatan keramaian harmoni musik yang diadakan setiap Sabtu malam.
“Spot kerangka besarnya antara Klenteng sampai Stadion, menjadi sentra yang menyambung. Perlu pemahaman-pemahaman lagi yang tidak bisa dengan diskusi pendek, sehingga manfaat ekonomi betul-betul efektif,” harapnya.
Sebelumnya, penolakan penggunaan Stadion Bayuangga untuk acara peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, terus bergulir.
Kamis (28/8), Askot PSSI Probolinggo beserta suporter menyatakan menolak kebijakan wali kota ini. Karena tidak hanya bisa membuat kerusakan di stadion, tapi kegiatan olahraga akan dikorbankan. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi