Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tersangka Pembacokan saat Karnaval di Wonomerto Probolinggo Terbakar Cemburu usai Baca Chat Mesra Korban dengan Istri Pelaku

Inneke Agustin • Kamis, 4 September 2025 | 03:39 WIB

  

MERASA LEGA: Tersangka pembacokan Dani Eko Prasetyo, dirilis di Polres Probolinggo Kota. Dia mengaku cemburu pada korban Andre, 22, sehingga nekat membacoknya.
MERASA LEGA: Tersangka pembacokan Dani Eko Prasetyo, dirilis di Polres Probolinggo Kota. Dia mengaku cemburu pada korban Andre, 22, sehingga nekat membacoknya.

BANTARAN, Radar Bromo-Polres Probolinggo Kota akhirnya merilis aksi pembacokan pria asal Wonomerto saat nonton karnaval. Pelakunya yakni Dani Eko Prasetyo, 31, warga Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Dani yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap di rumah keluarganya di Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Senin (1/9) dini hari.

Dani ditetapkan sebagai tersangka Selasa (2/9) karena menganiaya Andre, 22, dengan cara membacoknya dengan celurit berulang kali. Bahkan, sampai 25 kali.

Diduga, tersangka menganiaya korban karena cemburu. Sebelum penganiayaan terjadi, tersangka membaca chat antara korban dengan istrinya di media sosial. Yaitu di WhatApps dan IG. Tersangka pun langsung cemburu.

Empat hari kemudian yaitu Minggu (31/8), tersangka sengaja melihat karnaval di Desa Kedungsupit, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Saat itu, tersangka membawa celurit untuk jaga-jaga siapa tahu bertemu dengan korban. Sebab, korban memang warga Kedungsupit.

“Niatnya barangkali bertemu dengan korban. Ternyata benar, saat itu tersangka bertemu dengan korban yang juga menonton karnaval,” terang Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri.

Tersangka pun langsung mengejar korban. Sesampainya di TKP, tersangka langsung menyerang korban. Dia membacok korban berulang kali, sampai 25 bacokan.

Tersangka membacok korban di bagian kepala, leher, dan tangan. Bahkan, sampai celurit yang bergagang kayu tersebut patah di bagian ujungnya.

“Hal ini membuat korban mengalami luka parah dan dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh untuk diberikan penanganan medis,” tambahnya.

Anggota Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota yang mendapat laporan tentang penganiayaan itu, langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Proses penyelidikan dilakukan.

Sejumlah saksi dimintai keterangan, salah satunya yaitu teman korban yang turut menonton karnaval bersama korban. Dia adalah Mahrus Ali, 20, warga Desa Kedungsupit.

Mahru menyampaikan, korban sempat bertatapan mata dengan tersangka saat berpapasan melihat karnaval. Karena merasa tak nyaman, korban mengajaknya pulang.

“Namun belum sempat pulang, kami diserang menggunakan senjata tajam. Kami takut dan melarikan diri. Saya ke utara, Andre ke selatan. Setelah itu saya tak tahu kondisi Andre,” terangnya.

Nahas, Andre ternyata berhasil dikejar tersangka. Tersangka menyerang korban dengan celurit hingga terkapar di jalan raya.

Kakak ipar korban, Melia Wulandari, 29, yang saat itu kebetulan melintas lantas membawanya ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin menambahkan, tersangka berhasil ditangkap setelah proses penyelidikan.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni celurit dan pakaian yang dipakai tersangka saat melakukan penganiayaan.

“Terhadap pelaku, sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 338 KUHPidana juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP atau Pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang Percobaan Pembunuhan atau Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebelum peristiwa ini terjadi, tersangka dan istrinya memang sedang bermasalah. Keduanya bahkan sudah pisah rumah, meski secara hukum belum resmi bercerai.

Bendahara Desa Besuk Muhammad Badrun yang mendampingi petugas saat mengamankan tersangka mengatakan, tersangka mengaku cemburu setelah membaca chat antara korban dengan istrinya. Dia bahkan merasa lega setelah menganiaya korban.

“Katanya, kalau tidak melakukan hal itu, dia tidak bisa tidur. Setelah melakukannya, dia merasa lega,” terang Badrun.

Seperti diberitakan, korban Andre, 22, dibacok seorang lelaki tak dikenal saat melihat karnaval di Desa Kedungsupit, Wonomerto, Minggu (31/8) malam. Kejadian ini pun membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. (gus/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#cemburu #istri #korban #karnaval #Chat Mesra #bantaran #pembacokan #pisah ranjang #wonomerto #probolinggo