Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemdes Widoro, Kecamatan Krejengan Dukung Ketahanan Pangan dengan Kembangkan Peternakan Kambing dan Domba

Agus Faiz Musleh • Rabu, 3 September 2025 | 19:05 WIB
KETAHANAN PANGAN: Direktur Bumdes Desa Widoro Saiful (baju merah) saat memperlihatkan program ketahanan pangan berupa peternakan.
KETAHANAN PANGAN: Direktur Bumdes Desa Widoro Saiful (baju merah) saat memperlihatkan program ketahanan pangan berupa peternakan.

DESA Widoro, Kecamatan Krejengan, mulai mengembangkan sektor peternakan kambing dan domba.

Hal ini sebagai salah satu upaya, memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan perekonomian desa.

Pada tahap pertama, program ini telah berhasil menghadirkan 27 ekor kambing dan domba.

Dan pada tahap kedua yang didanai dari pencairan Dana Desa, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 35 ekor.

Kepala Desa Widoro, Abdul Jalal, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi desa, dalam mengelola potensi lokal. Agar bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tahap pertama sudah berjalan dengan 27 ekor. Pada tahap kedua, kami targetkan jumlahnya menjadi 35 ekor. Harapannya, program ini bisa membantu meningkatkan perekonomian warga, sekaligus menjaga ketersediaan pangan berbasis hewani,” jelasnya.

Menurut Jalal, peternakan kambing dan domba memiliki prospek jangka panjang.

Selain untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat, hewan ternak tersebut juga bisa dijadikan aset produktif dalam jangka waktu tertentu.

“Ini bukan sekadar program jangka pendek. Kami ingin ada keberlanjutan, sehingga desa dan masyarakat benar-benar merasakan hasilnya,” tambahnya.

BUMDes dan kelompok masyarakat akan terlibat dalam pengelolaan. Supaya, program lebih transparan dan berdaya guna.

Hasil pengembangbiakan, nantinya juga akan diintegrasikan dengan program sosial desa.

“Kami ingin membuktikan, bahwa desa bisa mandiri dengan mengoptimalkan potensi yang ada,” imbuh Jalal.

Dengan langkah ini, Desa Widoro menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan sektor peternakan.

 

Bangun Jalan Aspal Lapen dan Salurkan BLT-DD untuk 20 KPM

Pemerintah Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, terus mendorong pembangunan infrastruktur, sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat.

Tahun ini, desa setempat telah mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan jalan aspal lapen di Dusun Krajan.

Kepala Desa Widoro, Abdul Jalal, menegaskan, pembangunan jalan ini merupakan kebutuhan mendesak. Karena akses warga sebelumnya cukup sulit.

“Jalan aspal lapen di Dusun Krajan kami bangun, agar mobilitas warga lebih lancar. Infrastruktur ini sangat penting untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat,” katanya.

Selain pembangunan jalan, desa juga menyalurkan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2 unit.

PENGECEKAN: Kepala Desa Widoro, Abdul Jalal (batik biru) saat berada di lokasi jalan aspal yang telah dibangun.
PENGECEKAN: Kepala Desa Widoro, Abdul Jalal (batik biru) saat berada di lokasi jalan aspal yang telah dibangun.
BANTUAN: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal (batik biru) di rumah salah satu penerima program RTLH. Bantuan ini diberikan, untuk mendukung kepemilikan rumah layak bagi warga tak mampu.
BANTUAN: Kepala Desa Widoro Abdul Jalal (batik biru) di rumah salah satu penerima program RTLH. Bantuan ini diberikan, untuk mendukung kepemilikan rumah layak bagi warga tak mampu.

Program ini ditujukan bagi keluarga kurang mampu, agar bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

“Kami berharap bantuan RTLH, bisa meningkatkan kualitas hidup warga penerima,” jelas Jalal.

Untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, Desa Widoro juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“BLT-DD ini kami salurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, agar mereka bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil,” tambahnya.

Menurut Jalal, pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan bantuan sosial, adalah wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan fisik dan sosial harus berjalan seimbang. Kami ingin masyarakat Widoro merasakan langsung manfaat dari Dana Desa,” ulasnya.

Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial, Desa Widoro terus bergerak maju, menuju desa yang lebih sejahtera dan mandiri. (mu/one)

Editor : Jawanto Arifin
#domba #transparansi desa #ketahanan pangan #peternakan #desa widoro #kambing