KANIGARAN, Radar Bromo -Situasi dan kondisi pascaunjuk rasa yang terjadi secara nasional, juga berdampak di Kota Probolinggo. Pemkot Probolinggo terpaksa menunda seluruh rangkaian penyelenggaraan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Panitia Hari Jadi Kota Probolinggo dari Pemkot Probolinggo, tertanggal 1 September.
Penundaan Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo tersebut diputuskan setelah dilakukan rapat koordinasi (rakor).
Semula rangkian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo bakal digelar mulai 6 September sampai 15 September 2025.
Namun, pemkot memutuskan menunda kegiatan itu. Rencananya, kegiatan itu akan dimulai pada 22 September sampai 1 Oktober 2025.
”Kami akan selalu melihat sikon yang terjadi. Kami memutuskan untuk menunda kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo," kata Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.
Sesuai surat pemberitahuan yang telah dibuat oleh panitia, menurutnya, kegiatan Hari Jadi Kota Probolinggo diundur tangal 22 September hingga 1 Oktober 2025.
Dengan harapan, dalam beberapa hari ke depan, situasi dan kondisi sudah kondusif. Baik secara nasional, regional, maupun lokal.
”Serangkaian kegiatan memperingati hari jadi, seperti gowes, pawai budaya, dan lainnya juga menyesuaikan jadwal yang baru nantinya,” ungkapnya. (mas)
Editor : Muhammad Fahmi