Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tokoh Agama di Kota Probolinggo Silaturahmi ke Polres, Kodim hingga Wali Kota, Ajak Warga Jaga Kondusivitas Daerah

Inneke Agustin • Senin, 1 September 2025 | 00:18 WIB

 

JAGA KONDUSIVITAS: Sejumlah tokoh agama saat ditemui Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin dan calon Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.
JAGA KONDUSIVITAS: Sejumlah tokoh agama saat ditemui Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin dan calon Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) belakangan ini jadi perhatian serius para tokoh agama di Kota Probolinggo.

Minggu (31/8), sejumlah tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah (MD), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menggelar silaturahim ke tiga instansi.

Mereka menyambangi Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, dan Pemkot Probolinggo sebagai bentuk kepedulian untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah.

Dalam pertemuan itu, para tokoh agama menyampaikan pesan penting agar aparat TNI-Polri selalu mengedepankan asas humanisme dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Selain itu, mereka juga mendorong aparat untuk mewaspadai adanya penyusup atau perusuh dari luar yang bisa mengganggu ketenangan Kota Probolinggo.

Pengasuh Ponpes Raudlatul Muttaqin, K.H. Ahmad Tajul (Gus Tajul) menegaskan, sinergi hanya bisa dibangun dengan itikad baik dari semua pihak. Baik masyarakat maupun pemerintah.

“Masalah yang kita hadapi ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Semua harus gandeng tangan, bahu-membahu, agar masyarakat tetap aman,” ujar Gus Tajul.

Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Arba’i Hasan mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan. Menurutnya, Kota Probolinggo harus tetap menjadi tempat yang aman untuk beribadah dan bekerja.

“Kondusifitas adalah ikhtiar bersama. Bukan hanya tugas polisi, melainkan tugas seluruh masyarakat. Indonesia ini warisan leluhur yang wajib kita jaga bersama,” ajaknya.

Sementara kepada pemerintah daerah, para tokoh masyarakat meminta agar dalam membuat kebijakan selalu berpihak kepada rakyat. Bukan golongan tertentu.

Mereka mengingatkan pejabat daerah untuk menghindari pernyataan atau tindakan yang dapat menyinggung perasaan masyarakat.

Ajakan ini juga disampaikan agar masyarakat tidak menyalurkan aspirasi dengan cara anarkistis yang hanya merugikan semua pihak. Sebaliknya, seluruh elemen diajak mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah perbedaan.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menerima langsung kunjungan para tokoh agama tersebut. Ia menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat sinergitas dengan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban.

“Alhamdulillah kami mendapat saran yang adhem dari para tokoh agama. Semua berkomitmen yang sama yakni menjaga kondusifitas di Kota Probolinggo. Aksi-aksi nasional yang terjadi semoga tidak terjadi di sini,” ucapnya.

Kapolres juga menyebutkan bahwa sampai saat ini situasi Kota Probolinggo masih aman dan kondusif. Ia mencontohkan dua aksi positif yang digelar komunitas ojek online (ojol) dan Dai Muda MUI beberapa waktu lalu. “Kami hadir langsung di kegiatan mereka. Konteksnya sangat baik dan kami sangat apresiasi,” tutur Rico.

Terpisah, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota selalu terbuka terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami berharap Kota Probolinggo tetap kondusif. Sehingga aktivitas masyarakat baik pendidikan hingga perekonomian tetap bisa berjalan normal. Silahkan sampaikan aspirasi dengan kondusif, kami sangat terbuka. Tetap jaga diri dan situasi bersama agar keamanan tetap terjaga,” ajaknya. (gus/mie)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#jaga kondusivitas #kodim #tokoh agama #Wali Kota Probolinggo #dokter aminuddin #polres #probolinggo