KANIGARAN, Radar Bromo – Baru dilaksanakan dua kali. Namun, pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Suroyo mulai dikeluhkan. DPRD Kota Probolinggo bahkan meminta agar CFD atau Pasar Minggu di Jalan Suroyo dipindah ke Jalan Panglima Sudirman (Pangsud).
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng Prastyani mengatakan, pihaknya menerima sejumlah keluhan tentang pelaksanaan CFD di Jalan Suroyo. Salah satunya dari beberapa pegiat LSM di kota.
Mereka menilai, gelaran CFD di Jalan Suroyo tidak tepat. Sebab, mengganggu arus lalu lintas jemaah yang akan ke gereja. Juga menggangu kekhusyukan mereka beribadah.
”Memang kurang tepat rasanya CFD digelar di Jalan Suroyo. Apalagi ada beberapa gereja di sana. Yang pasti, banyak jemaah beribadah ke gereja saat hari Minggu,” katanya.
Bisa saja, menurut Santi, CFD dipindah ke lokasi lain yang strategis. Namun, tidak mengganggu arus lali lintas dan aktivitas warga di sekitar.
Misalnya dipindah ke Jalan Panglima Sudirman. Mulai perempatan Brak ke arah timur sampai pertigaan Probolinggo Plaza. Lokasi itu, menurut Santi, lebih pas dibandingkan di Jalan Suroyo.
”Lokasi parkir juga mudah. Tidak akan mengganggu jemaah yang hendak beribadah ke gereja dan lainnya. Aspirasi ini akan kami tampung. Selanjutnya akan kami sampaikan pada ketua DPRD untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.
Salah satu pegiat LSM yang menyampaikan aspirasi itu ke DPRD adalah Louis Hariono. Dia sempat datang ke kantor DPRD Kota Probolinggo untuk menyampaikan keluhan masyarakat tentang pelaksanaan CFD di Jalan Suroyo.
Menurutnya, banyak keluhan yang disampaikan warga tentang CFD di Jalan Suroyo. Hal itu menurutnya, harus menjadi perhatian serius DPRD.
”CFD di Jalan Suroyo itu sangat tidak tepat. Selain mengganggu arus lalu lintas bagi jemaah yang hendak ibadah di gereja, juga sangat mengganggu kekhusyukan jemaah saat beribadah. Karena itu, kami mendorong CFD tidak diadakan di Jalan Suroyo,” katanya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi tentang hal ini pada Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati. Namun, Fitri–panggilannya–belum dapat dihubungi. Sampai berita ini ditulis, dia belum merespons konfirmasi. (mas/hn)
Editor : Ronald Fernando