Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Bantaran Probolinggo Perkuat Ekonomi Warga, Kembangkan Potensi Pertanian dan Peternakan

Inneke Agustin • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:38 WIB

TERNAK: Sekretaris Desa Bantaran Feri Efendi (kiri) dan Bendahara Desa Bantaran Sulaiman (kanan) di lokasi peternakan bebek pedaging di Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
TERNAK: Sekretaris Desa Bantaran Feri Efendi (kiri) dan Bendahara Desa Bantaran Sulaiman (kanan) di lokasi peternakan bebek pedaging di Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
 

Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolingo, terus berbenah dengan mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang dimiliki. Salah satunya melalui hasil pertanian berupa komak, sejenis kacang-kacangan yang mirip dengan kedelai.

----------------------

Tanaman komak sudah lama menjadi andalan masyarakat Desa/Kecamatan Bantaran dalam bidang pertanian. Terutama masyarakat di Dusun Ra’ap dan Dusun Timur Curah. “Komak tumbuh subur di tanah kering, yang menjadi karakteristik tanah di Desa/Kecamatan Bantaran.

          “Saat musim hujan, petani bisa menanam jagung atau padi. Tapi saat kemarau, hanya komak yang bisa bertahan hidup karena kondisi air tanah cukup dalam. Komak sangat cocok ditanama di sini,” jelas Sekretaris Desa Bantaran Feri Efendi.

Sayangnya, meski memiliki daya tahan tinggi, harga komak di pasaran relatif murah. Menyikapi hal itu, masyarakat berinisiatif mengolah komak menjadi produk bernilai tambah. Dari tangan kreatif warga, lahirlah berbagai olahan unik berbahan dasar komak. Seperti susu komak atau sumak, keripik, kerupuk, hingga donat komak.

Rasanya mirip susu kedelai, bahkan lebih gurih. Produk sumak ini biasa dijual di koperasi kecamatan, car free day (CFD) alun-alun, hingga bazar HUT RI.

“Alhamdulillah, dengan diolah menjadi produk baru, harga komak lebih bernilai dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Feri.

Tak hanya sektor pertanian, Desa Bantaran juga mengembangkan peternakan bebek pedaging melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini terdapat sekitar 1.500 ekor bebek yang dipelihara secara bertahap. Skemanya, pembelian dilakukan per 500 ekor agar masa panen tidak bersamaan.

“Alhamdulillah, kami sudah panen sekali. Meski hasilnya belum maksimal karena masih tahap uji coba, kami terus evaluasi dan memperbaiki kekurangan,” tambahnya.

Bebek dipilih karena perawatannya lebih mudah dibanding ayam, tidak rentan penyakit, dan masa panennya relatif singkat. Selain itu, permintaan pasar tinggi karena usaha kuliner lalapan bebek semakin menjamur.

Upaya penguatan ekonomi desa juga diwujudkan melalui pembangunan 23 unit toko berukuran 3 kali 3 meter di Dusun Krajan, tepat di dekat pasar. Seluruh toko kini sudah terisi oleh pedagang lokal yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai buah, ikan, pakaian, emas, sembako, hingga mainan anak.

“Toko-toko ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat. Dengan fasilitas ini, warga memiliki tempat yang layak untuk berdagang, dan desa mendapatkan pemasukan untuk pembangunan berkelanjutan,” pungkas Feri.

Melalui kombinasi pengembangan pertanian, peternakan, dan fasilitas ekonomi kerakyatan, Desa Bantaran membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. (gus/hn)

 

NYAMAN: Seorang warga melintas di jalanan yang telah dipaving di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
NYAMAN: Seorang warga melintas di jalanan yang telah dipaving di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Terus Berbenah lewat Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Desa (Pemdes) Bantaran dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Tahun ini, berbagai program fisik telah direalisasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari.

Salah satunya adalah pavingisasi jalan di Dusun Krajan sepanjang 190 meter dengan lebar 2,5 meter. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut masih berupa tanah. Sehingga kerap licin dan tergenang air ketika musim hujan. Kini, jalan sudah nyaman dilalui dan membuat warga lebih mudah beraktivitas.

“Dulu kondisinya tanah, jadi kalau hujan licin dan menggenang. Sekarang sudah nyaman untuk dilalui dan masyarakat senang,” ungkap Bendahara Desa Bantaran Sulaiman.

Pemilihan paving sebagai material utama bukan tanpa alasan. Sebab, di sepanjang jalur tersebut terdapat jaringan pipa air bersih PDAM. Dengan menggunakan paving, akses untuk perbaikan pipa lebih mudah dilakukan tanpa harus membongkar permanen jalan.

“Kalau sewaktu-waktu ada perbaikan, paving bisa dibuka dan dipasang kembali. Praktis dan efisien,” jelasnya.

Selain jalan, Pemdes Bantaran juga membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berukuran 4 kali 2,5 meter di Dusun Krajan. Fasilitas ini hadir sebagai solusi atas permasalahan warga yang selama ini kesulitan membuang sampah.

“Dulu masyarakat bingung, sampah kadang dibuang ke sungai. Sekarang sudah ada TPS, Alhamdulillah masyarakat senang dan lebih tertib. Ke depan, kalau ada tambahan sarana pengangkutannya, tentu layanan kebersihan bisa lebih maksimal menjangkau seluruh warga,” tutur Sulaiman.

Tak berhenti sampai di situ, Pemdes Bantaran juga menyiapkan program lanjutan berupa pembangunan rabat beton di Dusun Ra’ap sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Jalan ini merupakan jalur penghubung vital menuju Desa Jatisari, serta menjadi akses utama warga untuk menuju pasar dan area persawahan.

“Dulu sudah kami bangun rabat beton sepanjang 400 meter. Tahun ini akan kami lanjutkan sisanya sekitar 1 kilometer. Harapannya, akses transportasi masyarakat semakin lancar dan roda perekonomian juga ikut bergerak,” pungkas Sulaiman.

Dengan pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan, Desa Bantaran menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan fasilitas publik yang lebih layak. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendorong kemajuan desa secara menyeluruh. (gus/hn)

 

BERSIH: Sekretaris Desa Bantaran Feri Efendi (kiri) dan Bendahara Desa Bantaran Sulaiman (kanan) di lokasi TPS yang ada di Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
BERSIH: Sekretaris Desa Bantaran Feri Efendi (kiri) dan Bendahara Desa Bantaran Sulaiman (kanan) di lokasi TPS yang ada di Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Pendapatan Desa

  1. Pendapatan Asli Desa = Rp 7.560.000,00
  2. Pendapatan Transfer = Rp 1.336.977.233,00
  3. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah = Rp 0,00

Jumlah Pendapatan                                = Rp 1.344.537.233,00

 

Belanja Desa

  1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa = Rp 560.923.467,00
  2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa = Rp 472.239.800,00
  3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa = Rp 10.476.000,00
  4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa = Rp 16.200.000,00
  5. Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak = Rp 104.087966,00

Jumlah Belanja  = Rp 1.163.927.233,00

Surplus/Defisit = Rp 180.610.000,00

 

Editor : Muhammad Fahmi
#warga #bantaran #pertanian #peternakan #probolinggo #ekonomi