Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PSSI dan Suporter Tolak Stadion Bayuangga Jadi Venue Event Hari Jadi Kota Probolinggo, Pasti Akan Rusak Lagi

Arif Mashudi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01:12 WIB

 

Stadion Bayuangga Probolinggo saat dipakai untuk upacara HUT ke-80 RI lalu. Rencana pemanfaatan stadion untuk event hari jadi diprotes.
Stadion Bayuangga Probolinggo saat dipakai untuk upacara HUT ke-80 RI lalu. Rencana pemanfaatan stadion untuk event hari jadi diprotes.

MAYANGAN, Radar Bromo - Penolakan terhadap penggunaan Stadion Bayuangga untuk acara peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, terus bergulir. Kini giliran Askot PSSI Probolinggo beserta suporter menyatakan sikap menolak rencana itu.

Sebab, rencana itu tidak hanya menimbulkan kerusakan di dalam stadion, tapi kegiatan olahraga akan dikorbankan.

Ketua Askot PSSI Probolinggo Eko Purwanto mengatakan, pihaknya telah menandatangani kontrak untuk pemanfaatan dan penggunaan stadion selama 1 tahun. Kontrak dilakukan dengan Dispopar Kota Probolinggo senilai Rp 20 juta.

Karena itu, pihaknya menolak rencana itu. Tidak hanya itu. Sebanyak 20 klub sepak bola di bawah Askot PSSI juga menyatakan menolak penggunaan stadion untuk kegiatan event hari jadi.

Tidak sekadar secara lisan. Bahkan, sebanyak 16 klub sepak bola sudah mengirim surat penolakan resmi pada Askot PSSI Probolinggo.

”Kami Askot PSSI menolak bukan tanpa dasar. Kami membawa surat penolakan dari hampir 20 klub sepak bola di Kota Probolingo yang menyatakan menolak stadion digunakan untuk event Hari Jadi Kota Probolinggo,” katanya.

Eko menegaskan, penggunaan stadion untuk event hari jadi akan berdampak pada kerusakan lapangan. Meskipun, event tersebut diselenggarakan di luar lapangan.

Dampak yang pasti adalah sampah yang sangat membahayakan saat digunakan untuk olahraga.

Apalagi, di tengah lapangan nantinya ada panggung hiburan. Sehingga, akan menarik banyak pengunjung ke dekat panggung hiburan.

”Tidak ada yang bisa menjamin setelah lapangan stadion akan bersih lagi. Karena kami pernah mengalami, banyak sampah, kawat, tusuk makanan. Dan itu semua sangat membahayakan pemain sepak bola atau atlet lainnya,” terangnya.

Tidak hanya itu. Rencananya, event hari jadi kota akan menggunakan lintasan luar lapangan sebagai tempat tenda.

Padahal, selama ini tidak hanya lapangan yang digunakan. Lintasan luar lapangan juga dipakai oleh atlet untuk latihan. Sehingga bisa dipastikan, hal itu akan mengorbankan waktu dan tempat latihan atlet-atlet.

Memang menurut Eko, dulu stadiaon pernah digunakan sebagai lokasi kegiatan event Hari Jadi Kota Probolinggo. Namun, saat itu kondisi lapangan bergelombang dan belum diperbaiki.

“Sekarang kondisinya sudah bagus. Pasti akan rusak kalau dijadikan tempat event lagi. Sedangkan proses perbaikan dan penataan membutuhkan biaya besar dan waktu tidak sebentar,” ungkapnya.

Nur Ali, perwakilan suporter dari Curvasud menegaskan, dirinya dan para suporter sepak bola secara tegas menolak stadion dijadikan kegiatan event Hari Jadi Kota Probolinggo. Sebab, kegiatan itu akan membuat kerusakan infrastruktur lapangan stadion.

”Kalau tidak dapat membenahi fasilitas olahraga, paling tidak jangan merusak fasilitas olahraga yang ada. Kami menolak event Hari Jadi Kota Probolinggo diadakan di stadion,” tegasnya.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa melalui Kasi Olahraga Ananto mengatakan, status kontrak dengan PSSI memang benar. Dispopar juga telah mengambil langkah antisipasi.

"Perihal PSSI menyewa stadion, benar selama satu tahun. Kami juga minta uang jaminan pada event organizer sebagai langkah antisipasi pasca kegiatan apabila ada kerusakan. Apabila tidak ada kerusakan sama sekali, uang tersebut bisa dikembalikan,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#penolakan #event #suporter #stadion bayuangga #hari jadi kota probolinggo #pssi