KANIGARAN, Radar Bromo – Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin akhirnya angkat bicara soal kebijakan mengembalikan fungsi Gedung Kesenian menjadi lapangan tenis indoor. Menurutnya, itu adalah jalan terbaik.
Aminuddin pun berjanji, sesegera mungkin mengajak diskusi Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKKPro) tentang hal tersebut.
”Harusnya tadi pagi saya bertemu dengan Dewan Kesenian. Tetapi, karena suratnya baru masuk menjelang rapat paripurna, jadi nanti diagendakan ulang. Setelah itu, saya harus dinas luar hingga Kamis besok. Jadi, kemungkinan bisanya Jumat,” kata Aminuddin.
Aminuddin pun mengingatkan, pemkot bukan mengubah fungsi gedung Dewan Kesenian.
Namun, mengembalikan fungsi gedung tersebut sebagaimana di awal pendiriannya. Yaitu sebagai lapangan tenis indoor.
Wali Kota menjelaskan, Gedung Kesenian itu dulunya adalah lapangan tenis indoor.
Namun, kemudian dialihfungsikan menjadi gedung kesenian. Lalu saat ini, ada tuntutan untuk mengembalikan fungsi Gedung Kesenian menjadi lapangan tenis indoor.
Di sisi lain, pemkot tengah berupaya memunculkan titik keramian baru di Kota Probolinggo.
Salah satunya di Taman Rekreasi Anak (TRA) Jalan Hayam Wuruk. Kebetulan, di sebelah TRA ada Kampung Seni yang dinilai sangat pas menjadi gedung kesenian.
Karena itu, pemkot berencana menjadikan Kampung Seni itu sebagai Gedung Kesenian. Sehingga, nantinya di wilayah tersebut muncul titik keramaian baru.
”Kami tidak lepas tangan. Tahun ini sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk menyiapkan tempat kesenian di Kampung Seni,” terang Aminuddin.
“Nantinya, gedung kesenian tersebut semi terbuka. Dibanding saat ini, atapnya dari seng. Kalau hujan tidak bisa dipakai tampil untuk kesenian,” terangnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permohonan audiensi dari Dewan Kesenian Kota Probolinggo.
Direncanakan, audiensi akan digelar Kamis (28/8). ”Untuk audiensi dengan Dewan Kesenian kami agendakan diterima Kamis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DKKPro Budi Krisyanto sangat berharap RDP dengan DPRD benar-benar terwujud.
Sebab, RDP bakal menjadi media bagi DKKPro untuk menjelaskan dan menyampaikan harapan-harapan dalam pengembangan seni budaya di Kota Probolinggo.
”Selama ini, fungsi dan peran Gedung Kesenian sangat strategis. Gedung Kesenian telah banyak menghasilkan prestasi di bidang seni budaya. Keberadaan gedung kesenian strategis terintegrasi dengan Museum Probolinggo dan pusat kebudayaan Probolinggo,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi