PROBOLINGGO, Radar Bromo-Si jago merah melalap sebuah kandang ternak milik Suparman alias Suyit, 73 di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu (24/8) sore.
Robby Adi Wardana, 24, warga sekitar menyebutkan, kepulan asap tebal datang dari arah selatan rumahnya.
Asap tebal tersebut pertama kali dilihat oleh sekumpulan anak-anak yang tengah bermain di depan rumahnya.
“Mereka teriak kebakaran kebakaran kebakaran. Akhirnya, saya keluar dan menengok ke belakang rumah. Ternyata, api sudah besar,” ceritanya.
Robby pun lantas beranjak ke rumah Suyit yang ada di selatan rumahnya. Ia melintasi lorong rumah dan langsung ke halaman belakang. Di sana ia melihat api sudah menyala besar di sisi utara, bakan telah menjilat rumah warga di sekitar.
“Segera saya panggil warga untuk bantu padamkan apinya,” ungkap Robby.
Robby mengatakan bahwa api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh salah satu anak Suyit yakni Suhendi, 40.
Mulanya titik api dari selatan lalu merambat ke utara. “Setelah bakar-bakar itu katanya ditinggal keluar, jadi belum mati apinya. Akhirnya kebakaran,” tuturnya.
Sementara istri Suyit, Indri Rahmawati, 43 mengatakan bahwa ia dan anak-anaknya yang lain saat itu tengah berada di dalam rumah. “Kami tidak tahu kalau ada kebakaran,” ungkapnya.
Mereka baru tahu ketika banyak orang yang berbondong ke rumahnya dan teriak kebakaran.
“Para tetangga membantu menyiram kobaran api dengan alat seadanya. Saya tidak tahu api itu darimana awalnya,” katanya sambil terisak.
Iin-panggilan akrabnya- mengatakan bahwa di halaman belakang tersebut banyak hewan ternak yang ia pelihara. Ada 3 kambing, 10 ayam, dan beberapa kelinci.
“Mati semua, sisa 3 ayam yang hidup karena kabur. Padahal itu tabungan bagi keluarga kami. Saya beli dengan susah payah, dirawat oleh suami saya sudah setahun. Malah terbakar,” pungkasnya.
Iin mengaku merugi hingga belasan juta. Hal ini karena satu ekor kambing bisa bernilai hingga Rp 5 juta.
Tak hanya kambing, kebakaran ini juga merusak dapur rumah milik Badrus Soleh yanh merupakan warga sekitar.
Menerima informasi tersebut melalui call center 112, pihak Damkar pun bergegas menuju lokasi dengan membawa dua unit fire truck.
“Sekitar pukul 16.30 kami menerima info adanya kebakaran. Kami langsung ke lokasi dengan membawa fire truck berkapasitas 5000 dan 3000 liter,” ujar Komandan Regu 1 Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Sholeh Hermanto.
Meski proses pemadaman berjalan lancar. Ada kendala akses masuk mobil damkar yang berkapasitas 5000 liter.
“Tidak bisa langsung masuk ke lokasi, karena akses jalan yang sempit. Truknya menunggu di barat lokasi, sementara untuk menjangkau lokasi kami pakai yang 3000 liter,” kata Sholeh.
Sholeh menyebutkan proses penanganan membutuhkan waktu 30 menit. “Api baru padam dan kami lakukan pendinginan hingga pukul 17.15,” tutupnya. (gus)
Editor : Muhammad Fahmi