KADEMANGAN, Radar Bromo- Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Anggrek, Kota Probolinggo, kembali padam. Jumat (22/8) malam, jalan yang menjadi bagian dari Jalur Lingkar Utara (JLU) ini tampak gelap.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, Muhammad Sholeh, 53, Jalan Anggrek, kerap gelap karena PJU padamnya sejumlah PJU. Kondisi ini berbahaya, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminalitas.
“Khawatir kendaraan yang melintas itu, kalau gelap kan bahaya. Khawatir ada kecelakaan. Selain itu, khawatir adanya tindak kriminal juga kalau dibiarkan gelap,” ujar warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini.
Pernyataan senada diungkapkan Kusnadi, 55. Ia mengatakan, sejumlah PJU di JLU telah lamam padam. Sejak sekitar 3 bulan.
“Memang sering mati, nanti diperbaiki, mati lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, hal tersebut berbahaya. Mengingat, lalu lintas kendaraan yang melintas di JLU cukup padat. Mayoritas juga bertonase besar. Ia berharap PJU tersebut dapat segera diperbaiki.
“Kasihan yang melintas di jalan tersebut, gelap. Khawatir menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Meski tak tahu menahu penyebab matinya PJU tersebut, Kusnadi menduga karena jaringannya tersambar truk yang melintas.
“Bahkan, ada PJU yang sampai berbelok arah sorot lampunya, karena tertemper truk,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi terlebih dahulu. Karena, ruas Jalan Anggrek, merupakan jalan nasional, sehingga asetnya masih merupakan wewenang Kementerian Perhubungan RI melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
“Tetap akan kami cek dulu ke lokasi. Karena jalan nasional, maka asetnya ada di bawah Kemenhub. Tapi, nanti akan kami koordinasikan dengan BPTD. Kalau kerusakannya minor, mungkin bisa kami bantu perbaiki sementara,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando