PEMERINTAH Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, merencanakan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Tahun ini prioritasnya peningkatan infrastruktur.
Tak dapat dipungkiri, jalan menjadi kebutuhan infrastruktur utama bagi warga. Dengan akses transportasi yang aman dan nyaman, diyakini juga akan mendongkrak perekonomian desa.
Karena itu, Pemerintah Desa Plaosan berkomitmen mewujudkan jalan desa yang nyaman. Setiap tahun selalu dianggarkan pembangunan jalan. Dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Sejauh ini, masih ada belasan jalan, -baik jalan penghubung antardesa dan dusun-, yang belum tersentuh pembangunan dan kondisinya rusak. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah desa untuk segera memperbaikinya.
“Warga desa begitu membutuhkan jalan yang nyaman. Karena itu, pembangunan jalan kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Kepala Desa Plaosan Tosan.
Tahun ini, pemerintah desa telah merencanakan pembangunan 4 ruas jalan. Di antaranya, jalan sepanjang 150 meter di RT 6/RW 3, Dusun Mandati. Selanjutnya, jalan sepanjang 82 meter di RT 3/RW 2, Dusun Tenggeren. Lalu, jalan sepanjang 100 meter di RT 13/RW 7, Dusun Plaosan 2. Serta, jalan sepanjang 58 meter di RT 21/RW 12, Dusun Bengketan.
Ruas jalan yang menjadi target pembangunan kali ini adalah jalan yang kondisinya masih berupa tanah. Karena itu, sering dikeluhkan warga. Bahkan, saat musim hujan ruas jalan begitu licin. Tak jarang pengendara motor menambahkan rantai pada bannya agar dapat mencengkeram tanah.
Empat ruas jalan itu memiliki beberapa fungsi. Mulai dari akses menuju permukiman, perkebunan, sekaligus akses antardusun. Agar warga lebih aman, maka pemerintah desa segera membangun jalan tersebut.
“Kami rabat beton karena lebih cocok dan kuat, sehingga masa pemanfaatannya juga lebih lama. Sampai saat ini baru satu yang terealisasi di Dusun Mandati,” jelasnya. (ar/rud/*)
Kembangkan Budi Daya Porang-Jahe
RENCANA ketahanan pangan setiap wilayah tidaklah sama. Pertimbangannya adalah kondisi geografis yang juga menentukan kecocokan tanaman yang bisa dikembangkan.
Hal ini juga menjadi pertimbangan Pemerintah Desa Plaosan dalam merealisasikan ketahanan pangan. Kepala Desa Plaosan Tosan mengatakan, pemerintah desa telah merencanakan ketahanan pangan perkebunan porang dan jahe.
Jenis tanaman ini begitu berpotensi dan tumbuh subur di Desa Plaosan. Selama ini, banyak warga yang menanam di pekarangan rumahnya. Saat masuk masa panen, porang dan jahe mudah dijual, sebab sudah ada pengepul yang datang ke desa.
“Porang dan jahe cocok ditanam di desa. Karena itulah ketahanan pangan porang dan jahe akan kami realisasikan,” katanya.
Untuk menyukseskan program ketahanan pangan ini, pemerintah desa melalui BUMDes telah menggelontorkan anggaran Rp 251 juta. Anggaran ini nantinya akan dibelanjakan bibit dan kebutuhan lainnya sejak masa tanam hingga panen.
Program ini akan diterus dimonitor dan dievaluasi. Dengan harapan berjalan maksimal, sehingga mampu memompa pendapatan asli desa (PADes). “Perputaran modal yang baik bisa memberikan keuntungan dan menambah PADes,” katanya.
Rencana pembangunan lainnya yang akan direalisasikan adalah membangun 11 unit RTLH. Belasan rumah yang menjadi sasaran adalah rumah yang telah memenuhi syarat. Seperti rumah semipermanen berkonstruksi kayu yang sudah rusak.
Tosan mengatakan, RTLH sasaran pembangunan merupakan usulan masyarakat. Selanjutnya dicek langsung untuk memastikan berhak mendapatkan RTLH atau tidak. Untuk mendapatkan keputusan final, kemudian dimusyawarahkan di balai desa.
“Dari keseluruhan RTLH yang akan dibangun, 5 unit sudah selesai. Sisanya bertahap sampai tutup tahun,” jelasnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Merabat beton 4 ruas jalan. Di antaranya, jalan RT 6/RW 3, Dusun Mandati; jalan RT 3/RW 2, Dusun Tenggeren; jalan RT 13/RW 7, Dusun Plaosan 2; dan jalan RT 21/RW 12, Dusun Bengketan.
- Membangun 11 unit RTLH.
- Merealisasikan ketahanan pangan porang dan jahe.