Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belasan Warga Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Kedopok Probolinggo

Inneke Agustin • Jumat, 8 Agustus 2025 | 04:50 WIB
PULAS: Kapolresta Probolinggo AKBP Rico Yusmari menjenguk bayi DAA, 3 bulan, di LKSA Panti Asuhan Al Umah, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (2/8) siang.
PULAS: Kapolresta Probolinggo AKBP Rico Yusmari menjenguk bayi DAA, 3 bulan, di LKSA Panti Asuhan Al Umah, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (2/8) siang.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Polres Probolinggo Kota (Polresta) kini masih mencari identitas orang tua bayi perempuan yang dibuang di teras rumah Sutiah, 54, warga Kedopok, Sabtu (2/8) dini hari.

Polresta juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tentang bayi itu agar segera melapor.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin menyatakan, saat ini pihaknya masih mendalami penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi.

“Kami imbau masyarakat yang punya informasi terkait bayi ini agar segera melapor ke kami atau ke polsek terdekat,” terangnya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri sempat menjenguk bayi berusia sekitar 3 bulan itu di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Al Umah, Kelurahan Kareng Lor, Kedopok, Kota Probolinggo. Rico datang Sabtu (2/8) siang bersama sejumlah jajaran Polresta.

Ia memastikan, kondisi bayi berinisial DAA itu dalam keadaan sehat. Saat datang menjenguk, bayi itu sedang tidur pulas dengan ditemani salah satu pengasuh panti asuhan.

Kapolresta pun memberikan instruksi kepada Bhabinkamtibmas untuk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan bayi itu. Sehingga, orang tua bayi mengetahui keberadaan anaknya.

 “Informasi akan kami sebar melalui Bhabinkamtibmas dan polisi RW. Harapannya, orang tua bayi mengetahui bahwa anaknya dalam kondisi aman dan dirawat dengan baik di LKSA Panti Asuhan Al Umah,” ujarnya.

DAA sendiri mulai dirawat di LKSA Panti Asuhan Al Umah sejak Sabtu (2/8) pagi. Setelah dititipkan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Probolinggo ke panti asuhan tersebut.

Minggu (3/8) siang, saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke panti asuhan, bayi mungil itu tengah tidur pulas di gendongan salah satu pengasuh panti asuhan.

"Kalau siang begini biasanya dia tidur. Tapi kalau malam terjaga, minta digendong-gendong. Sepertinya sudah terbiasa ditimang," tutur Nur Haeni, 45, salah satu pengasuh di panti asuhan tersebut.

Perempuan asal Jakarta itu menjelaskan, bayi perempuan itu resmi dititipkan oleh Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo sejak Sabtu (2/8) pagi. Untuk kebutuhan nutrisinya, bayi ini diberi susu formula.

Kehadiran DAA tak hanya membawa kesibukan baru bagi para pengasuh di panti asuhan setempat. DAA juga menjadi pusat perhatian anak-anak lain yang lebih dulu tinggal di tempat itu.

“Anak-anak di sini antusias sekali. Mereka sayang dan perhatian sama adik bayi ini,” terangnya, kemarin di Asrama Putra Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kedopok.

Saat ini, Panti Asuhan Al Umah merawat total 33 anak, terdiri atas 16 putra dan sisanya putri. Nur menjelaskan, sistem asrama di panti asuhan dipisah berdasarkan jenis kelamin.

“Asrama putra di sini (Jalan Prof. Hamka), sementara asrama putri ada di belakang KUA Wonoasih. Bayi ini kami rawat di sini karena pengurus lebih banyak beraktivitas di sini,” paparnya.

Tak hanya menarik perhatian di lingkungan internal panti asuhan, keberadaan bayi DAA juga menyedot perhatian masyarakat luas.

Bahkan, hingga Minggu (3/8), sudah ada sekitar 15 orang yang menyatakan keinginannya untuk mengadopsi bayi tersebut.

“Kami sampaikan bahwa bayi ini hanya dititipkan sementara dan sepenuhnya masih menjadi wewenang Dinsos. Bukan hanya bayi ini, anak-anak lain di sini pun statusnya sama. Mereka dititipkan oleh orang tua atau keluarga mereka,” tegas Nur.

Ia menambahkan, masa titipan bayi di panti hanya berkisar lima hari, hingga maksimal satu pekan.

Jika dalam periode itu orang tua bayi belum ditemukan, maka Dinsos akan memindahkannya ke tempat penitipan khusus bayi di Sidoarjo.

Yaitu ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan (PPSA) Balita Sidoarjo milik Dinas Sosial Jawa Timur.

“Kalau dalam waktu dekat ibunya muncul dan ingin mengambil anaknya kembali, boleh. Atau kalau mau tetap menitipkan di sini juga bisa. Tapi tentu semua itu harus melalui proses koordinasi dengan dinas terkait,” terang Nur.

Di tengah harap dan cemas, Nur dan para pengurus panti asuhan tak lupa menyelipkan doa terbaik untuk bayi mungil itu.

“Semoga orang tuanya segera ditemukan dan ke depannya tidak ada lagi kasus seperti ini. Penting sekali menjaga akhlak dan tanggung jawab dalam bergaul,” pesannya.

Sebagai informasi, Sabtu (2/8) dini hari keluarga Sutiah, 54, menemukan bayi perempuan di teras rumahnya di Jalan Durian, Kelurahan Sumber Wetan, Kedopok.

Bayi itu secara tidak sengaja ditemukan Abdul Karim, 31, putra dari Sutiah.

Saat itu sekitar pukul 03.00, Karim hendak ke kamar mandi yang ada di depan rumah.

Dia pun keluar rumah lewat pintu depan. Begitu membuka pintu depan, Karim melihat ada bayi tergeletak di teras dalam kondisi menangis.

Saat itu juga, keluarga Sutiah menghubungi pihak kelurahan dan kepolisian. Bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kedopok, setelah itu dititipkan ke LKSA Panti Asuhan Al Umah. (gus/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#bayi dibuang #kedopok #adopsi #probolinggo