KANIGARAN, Radar Bromo- Sistem keamanan di Kota Probolinggo tak luput dari perhatian anggota legislatif. Salah satunya karena masih minimnya jalan yang dilengkapi Closed Circuit Television (CCTV). Keberadaan kamera pengintai ini dinilai tak hanya untuk memantau kondisi arus lalu lintas, namun juga masalah keamanan.
Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo Tri Atmojo Adip Susilo menyoroti masih minimnya CCTV di wilayah Kota Probolinggo. Terutama di persimpangan-persimpangan yang menjadi titik keramaian. Katanya, seharusnya dilengkapi CCTV.
Fungsinya, tidak hanya untuk memantau kondisi arus lalu lintas, namun juga sebagai sistem keamanan. Sehingga, perlu dialokasikan pengadaan dan pemasangannya. “Hanya 10 titik (persimpangan) yang sudah ada CCTV-nya. Seperti Bundaran Gladak Serang, itu belum ada, sehingga sangat perlu diadakan pemasangan CCTV,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengatakan, dalam APBD 2025, tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan dan pemasangan CCTV. Melalui Perubahan APBD 2025 dialokasikan Rp 75 juta untuk pemasangan CCTV di wilayah Bundaran Gladak Serang.
“Persimpangan yang sudah ada CCTV-nya itu ada 10 titik. Mulai di Simpang 3 Jalan Soekarno Hatta Ketapang, Pesimpangan Jalan Gusdur (K.H Abdurrahman Wahid), Brak, Kodim, Pasar Baru, King, Randupangger, Pasar Wonoasih, dan Persimpangan Jalan Prof. Dr. Hamka-Jalan K.H. Fadol,” jelasnya, Selasa (5/8).
Dalam satu titik persimpangan, kata Dedi, ada beberapa CCTV yang terpasang. Tergantung arah ruas jalan. Begitu juga nantinya anggaran Rp 75 juta itu, akan dipasang beberapa CCTV sesuai arah penjuru arus lalu lintas di Bundaran Gladak Serang.
Bundaran Gladak Serang akan dilengkapi CCTV karena arus lalu lintas sangat padat. “Kami upayakan nanti terpasang CCTV di empat penjuru. Sesuaikan pagu anggaran. Kami maksimalkan di empat penjuru tercover. CCTV nanti terkoneksi ke control center di Dishub,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga