Rencana pembangunan yang tepat sesuai kebutuhan akan memberikan manfaat banyak bagi masyarakat desa. Karena itu, Pemerintah Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, masih fokus terhadap peningkatan kualitas infrastruktur.
=====================
INFRASTRUKTUR yang kondisinya baik dan layak menjadi kebutuhan utama bagi warga. Infrastruktur bukan sekadar memberikan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari dan meningkatkan perekonomian. Tetapi, juga untuk meningkatkan keamanan dan membuka akses transportasi hingga pelosok dusun.
Kepala Desa Sumberduren Muhammad Nufan Syaiful Yahya mengatakan, pemerintah desa telah merencanakan pembangunan jalan desa. Baik jalan permukiman penduduk, jalan menuju kebun, serta akses menuju tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya. Khususnya, ruas jalan yang masih belum tersentuh pembangunan.
“Jalan yang nyaman dan aman menjadi harapan semua warga desa. Namun, karena anggaran terbatas, maka pembangunannya kami lakukan bertahap. Dimulai dari ruas jalan yang memiliki banyak fungsi,” katanya.
Pemerintah desa telah merencanakan pembangunan 4 ruas jalan. Di antaranya, merabat beton dua ruas jalan dengan panjang masing-masing 130 meter. Yaitu, jalan di RT 6/RW 2 dan RT 8/RW 2, Dusun Tengah. Jalan ini sebelumnya hanya berupa tanah, sehingga perlu ada pembangunan.
Jalan ini akan dirabat beton karena konstruksinya dinilai lebih cocok. Sehingga, bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Ada juga pengaspalan jalan sepanjang 506 meter di RT 1-2/RW 1, Dusun Krajan. Jalan ini sebelumnya sudah dimakadam. Kualitasnya akan ditingkatkan dengan diaspal. Agar makin aman dan nyaman dilintasi warga.
Selanjutnya, ada peningkatan kualitas jalan sepanjang 300 meter di RT 7-8/RW 2, Dusun Tengah. Jalan ini belum tersentuh pembangunan dan masih berupa tanah ini akan dimakadam.
“Ruas jalan yang menjadi target pembangunan dan peningkatan kualitas jalan memiliki banyak fungsi, sehingga perlu segera dibangun. Agar kenyamanan dan keamanan warga yang melintas lebih terjamin,” jelasnya. (ar/rud/*)
Cegah Jalan Longsor, Bangun TPT
BERADA di dataran tinggi, banyak jalan di Desa Sumberduren, yang berbatasan dengan tebing. Kondisi ini membuat jalan rawan longsor. Karena itu, pemerintah desa mengantisipasinya dengan membangun tembok penahan tanah (TPT).
Kepala Desa Sumberduren Muhammad Nufan Syaiful Yahya mengatakan, wilayah administratif desa separonya berbatasan dengan tebing. Kondisi demikian membuat wilayah desa memiliki potensi bencana longsor. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah desa. Karenanya, tahun ini pemerintah desa akan membangun tembok penahan tanah (TPT) di wilayah rawan longsor.
“Banyak jalan desa yang berbatasan dengan tebing. Bencana tanah longsor sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Karena itu, perlu dibangun TPT di titik-titik yang berpotensi longsor,” katanya.
Tahun ini pemerintah desa akan membangun TPT di RT 1/RW 1, Dusun Krajan. Panjangnya 12 meter dan tinggi 1,5 meter. Pembangunan TPT ini bukan hanya untuk mencegah longsor, tetapi juga untuk memperkuat bahu jalan. Agar saat dilintasi kendaraan bermuatan hasil panen, tidak mudah ambrol. Begitu juga saat musim hujan, bahu jalan tidak mudah tergerus air.
“Ruas jalan yang dibangun TPT ini sebelumnya pernah longsor dan tergerus air hujan. Karena itulah, agar lebar jalan tidak berkurang, maka dibangun TPT. Ruas jalan cukup panjang, jadi kami realisasikan bertahap,” ucapnya.
Warga yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), juga dapat perhatian. Tahun ini, pemerintah desa berencana membangun tiga unit RTLH. “RTLH sudah direncanakan dan akan dibangun. Tinggal realisasinya. Sasarannya rumah yang benar-benar rusak milik warga prasejahtera,” jelasnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Merabat beton dua ruas jalan. Yaitu, jalan di RT 6/RW 2 dan di RT 8/RW 2, Dusun Tengah.
- Mengaspal jalan di RT 1-2/RW 1, Dusun Krajan.
- Peningkatan kualitas jalan menjadi makadam di RT 7-8/RW 2, Dusun Tengah.
- Membangun TPT di RT 1/RW 1, Dusun Krajan.
- Membangun 3 unit RTLH.
- Merealisasikan ketahanan pangan penggemukan sapi.
Editor : Muhammad Fahmi