Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Desa Roto Krucil Probolinggo Makin Baik  

Achmad Arianto • Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:55 WIB

 

LEBIH NYAMAN: Kepala Desa Roto Sriyanto (kanan) dan Bendahara Desa Roto Imam Muhlisin mengecek hasil perbaikan Polindes di RT 3/RW 1, Dusun Krajan.
LEBIH NYAMAN: Kepala Desa Roto Sriyanto (kanan) dan Bendahara Desa Roto Imam Muhlisin mengecek hasil perbaikan Polindes di RT 3/RW 1, Dusun Krajan.

Pemerintah Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha merealisasikan pembangunan secara merata dalam semua sektor. Baik infrastruktur, ketahanan pangan, dan peningkatan fasilitas kesehatan. Dengan harapan, pelayanan makin maksimal.

============================ 

 ADA sejumlah infrastruktur yang tahun ini dibangun oleh Pemerintah Desa Roto. Salah satunya merehab Pondok Bersalin Desa (Polindes). Perbaikan gedung pelayanan kesehatan ini begitu diperlukan karena gedung sebelumnya sudah kurang layak menjadi tempat pelayanan kesehatan pada masyarakat.

Gedung lama mengalami kerusakan pada beberapa sisi bangunan. “Kami berupaya memberikan layanan kesehatan dasar yang baik untuk anak-anak hingga dewasa. Gedung Polindes yang ada sudah kurang memadai. Agar lebih layak, kami rehab,” ujar Kepala Desa Roto Sriyanto.

Fasilitas kesehatan ini berdiri di RT 3/RW 1, Dusun Krajan. Satu lokasi dengan kantor desa. Dengan ukuran 12 meter x 9 meter. Perbaikannya sudah rampung. Kini, sudah siap dan bisa digunakan.

Polindes menjadi salah satu bentuk partisipasi atau peran serta pemerintah desa dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan. Termasuk KB yang mana tempat dan lokasinya berada di desa.

Selain itu, kegiatan rutin yang dilakukan adalah posyandu, layanan kesehatan dasar, dan penyuluhan kesehatan. “Setelah polindes direhab, tentu pemberian layanan kesehatan di desa bisa lebih baik,” katanya.

LEBIH AMAN: Kepala Desa Roto Sriyanto (kiri) bersama perangkat desa melintas di jalan RT 4/RW 2, Dusun Kertakata Barat, yang baru selesai dimakadam.
LEBIH AMAN: Kepala Desa Roto Sriyanto (kiri) bersama perangkat desa melintas di jalan RT 4/RW 2, Dusun Kertakata Barat, yang baru selesai dimakadam.

Pemerintah desa juga turut memperhatikan kesehatan balita. Salah satunya dengan rutin memantau tumbuh kembang balita. Melalui kegiatan Posyandu, kader juga menyediakan makanan tambahan. Dengan harapan dapat membantu pemenuhan gizi yang belum tercukupi.

“Selama kegiatan posyandu, juga banyak warga yang memanfaatkan untuk sharing kesehatan balita. Termasuk sharing pemberian makanan yang baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian balita,” ujar kepala desa. (ar/rud/adv)

 

GEMUK: Perangkat Desa Roto mengecek sapi di kandang Dusun Karangtengah Utara. Pemerintah desa bertahap merealisasikan ketahanan pangan penggemukan sapi.
GEMUK: Perangkat Desa Roto mengecek sapi di kandang Dusun Karangtengah Utara. Pemerintah desa bertahap merealisasikan ketahanan pangan penggemukan sapi.

Rintis Ketahanan Pangan Penggemukan Sapi

PROGRAM Ketahanan Pangan akan memberikan dampak maksimal jika dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Tak heran, sebelum merealisasikannya, perencanaan dan persiapan dilakukan secara rinci. Salah satunya potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) sebagai dasar untuk mewujudkannya.

Kepala Desa Roto Sriyanto mengatakan, ketahanan pangan berbasis potensi desa akan menghasilkan lebih  maksimal. Karena itu, pihaknya memilih penggemukan sapi. Alasannya, banyaknya ketersediaan pakan dan SDM yang sudah terbiasa memelihara sapi.

“Ketahanan pangan, rencananya kami akan merealisasikan penggemukan sapi. Sebab, memang lebih cocok,” katanya.

Demi merealisasikannya, pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran Rp 289 juta. Duit ini akan digunakan untuk pembuatan kandang, pembelian sapi, dan biaya operasional. Program ini akan direalisasikan secara bertahap.

Sapi yang akan digemukkan berusia di atas 1 tahun. Sementara, penggemukan sendiri memiliki target dalam jangka waktu paling cepat 6 bulan, kemudian sapi sudah bisa dijual, sehingga perputaran modal bisa dilakukan secara cepat.

“Pelaksanaannya kami lakukan secara bertahap. Dimulai dengan pembuatan kandang. Jika sudah ada, dilanjutkan pengadaan sapi,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggemukan sapi. Salah satunya, ketersediaan pakan serta kebersihan tubuh ternak dan kandang. Semua ini akan sangat memengaruhi kesehatan ternak.

“Pengecekan kondisi sapi juga akan dilakukan secara rutin untuk memastikan pertumbuhannya lebih terkontrol. Harapannya, penggemukan sapi dapat menghasilkan PADes yang maksimal,” doanya. (ar/rud/adv)

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025

 

Editor : Muhammad Fahmi
#probolinggo #krucil