Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencana Pemkot Probolinggo Sewa Mobil Listrik Batal, Alasannya Mengejutkan, Pilih Pengadaan Mobdin Baru

Arif Mashudi • Minggu, 3 Agustus 2025 | 13:05 WIB

 

Ilustrasi mobil listrik. (Freepik)
Ilustrasi mobil listrik. (Freepik)

KANIGARAN, Radar Bromo –Pemkot Probolinggo akhirnya membatalkan rencana sewa mobil dinas (mobdin) listrik. Alasannya, mengejutkan.

Setelah dihitung ulang, ternyata biaya sewa delapan mobil listrik jauh lebih boros dibandingkan dengan membeli mobdin listrik baru.

Wali Kota Probolinggo, dokter Aminuddin mengatakan, pihaknya telah mengkaji ulang rencana pengadaan sewa mobdin listrik tersebut.

Berdasarkan hasil kajian itu diketahui, biaya sewa mobdin lebih boros dibandingkan harga beli baru.

Karena itulah, rencana pengadaan sewa mobdin listrik tersebut tidak jadi direaliasikan.

Selanjutnya, pihaknya akan mengunakan mekanisme pembelian (baru) sesuai kemampuan anggaran daerah.

”Rencana belanja sewa mobil dinas listrik pada Bagian Umum, telah dikaji ulang bersama Inspektorat. Berdasarkan hasil kajian, pengadaan kendaraan dinas jabatan yang semula mekanisme sewa beralih menjadi pembelian (baru) sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, memang Pemkot Probolinggo berencana menyewa 8 unit kendaraan listrik untuk mobdin. Sewa 8 unit mobil listrik itu menelan anggaran Rp 1 miliar lebih dengan perjanjian sewa 5 bulan saja.

Pemkot sempat mengklaim, sistem sewa mobil listrik untuk mobdin lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan beli baru.

Alasanya, sistem sewa menghilangkan segala aktivitas dan biaya perawatan dan pajak. Selain itu, penyedia akan mengganti unit jika terjadi kerusakan.

Delapan unit mobil listrik yang akan disewa tersebut punya spesifikasi berbeda. Untuk kepala daerah yaitu satu unit Denza D9 Advanced 2025; wakil kepala daerah satu unit Wuling New Cloud EV 460 km 2025 dan Sekda, yaitu satu unit Wuling Almaz Hybrid DHT 2025. Lalu ada lagi lima unit Wuling Binguo EV AC/DC 410 km 2025 diperuntukkan kepala lima OPD.

Salah satu penyedia bahkan menyaratkan komitmen minimal 36 bulan sewa atau minimal sewa 3 tahun. Dengan sistem penganggaran atau kontrak setiap satu tahun.

Inilah yang kemudian dikaji ulang dengan cara simulasi harga. Ada dua simulasi harga yang dibuat.

Yaitu, simulasi harga sewa mobdin listrik selama 4 tahun dan simulasi harga pengadaan atau membeli mobdin listrik baru.

Hasilnya, pembelian delapan mobdin listrik dengan spesifikasi yang sama akan menelan anggaran sebesar Rp 3.697.300.000. Bandingkan dengan simulasi harga sewanya.

Harga sewa delapan unit mobdin listrik selama 4 tahun (48 bulan) mencapai Rp 8.034.624.000. Sedangkan harga sewa selama 4 tahun 5 bulan yaitu Rp 8.871.564.000.

Jika dibandingkan, ada selisih Rp 5 miliar lebih antara membeli mobdin listrik baru dengan biaya sewa selama 4 tahun 5 bulan. Lebih detilnya, ada selisih sebesar Rp 5.174.264.000.

Berdasarkan hasil ini muncul kesimpulan bahwa menyewa 8 unit mobdin listrik lebih boros dibandingkan membeli. Perhitungannya, mobdin dinas baru bisa dipakai selama lima tahun atau lebih.

Eko Purwanto, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Probolinggo mengatakan, pihaknya tegas menolak rencana sewa mobdin listrik baru itu. Penolakan itu disampakan dalam pandangan akhir (PA) Fraksi PKB terhadap rancangan Perubahan APBD 2025.

Alasannya, penggunaan APBD harus berdasarkan asas sfektif dan efisien serta tepat guna. Sedangkan sistem sewa mobdin listrik secara terus menerus selama 5 tahun bertentangan dengan asas efektif dan Efisien.

Apalagi ada Inpres Nomor 1/2025 tentang efisiensi anggaran daerah. Sehingga, tidak patuh jika pemerintah daerah melakukan sewa mobdin listrik. Jika itu dipaksakan, maka yang terjadi adalah pemborosan APBD.

”Pengadaan mobdin listrik baru lebih dibanding sewa. Selisihnya sangat besar. Alhamdulillah, Wali Kota menyampaikan tidak jadi sewa mobil dinas, tapi pengadaan baru sesuai kemampuan anggaran daerah. Dengan begitu, kami berhasil menyelamatkan anggaran miliaran APBD,” terangnya. (mas/hn)

Perbandingan Beli dan Sewa
Simulasi Pembelian Baru
Merk Harga Jumlah Total
Denza Rp 995 juta 1 Rp 995 juta
Wuling Cloud Rp 446 juta 1 Rp 446 juta
Wuling Almaz Hybrid Rp 481,3 juta 1 Rp 481,3 juta
Wuling Binguo Rp 355 juta 5 Rp 1,775 miliar
Total Rp 3.697.300.000

Simulasi Sewa Bulanan
Merk Harga Sewa/Bulan Jumlah Harga Sewa 5 bulan
Denza Rp 38.850.000 1 Rp 194.850.000
Wuling Cloud Rp 19.758.000 1 Rp 98.790.000
Wuling Almaz Hybrid Rp 17.205.000 1 Rp 86.025.000
Wuling Binguo Rp 18.315.000 5 Rp 457.875.000
Total Harga Sewa 5 Bulan Rp 836.940.000
Total Harga Sewa 4 Tahun (48 bulan) Rp 8.034.624.000
Total Harga Sewa 4 Tahun 5 bulan Rp 8.871.564.000

Selisih Harga Sewa dan Beli Baru
Rp 5.174.264.000

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pemkot probolinggo #Wali Kota Probolinggo #dokter aminuddin #mobdin #mobil listrik