PAJARAKAN, Radar Bromo - Operasi Patuh Semeru 2025 di wilayah hukum Polres Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota telah selesai dilaksanakan. Hasilnya, ribuan pelanggar sudah ditindak.
Selama dua pekan, Polres Probolinggo mencatat 8.694 pelanggar terjaring operasi patuh.
Mayoritas pelanggar yang terjaring adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm.
Operasi dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah hukum Polres Probolinggo.
Dengan sasaran penindakan pelanggaran seperti motor berboncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan serta pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur.
Selain itu, penindakan juga dilakukan kepada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar (SNI), pengemudi roda empat tidak menggunakan safety belt dan pengemudi menggunakan HP pada saat berkendara. Serta pengendara kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol dan melawan arus.
“Target prioritas operasi patuh semeru 2025 ini segala kerawanan yang dapat menyebabkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen.
Operasi ini digelar selama 14 hari terhitung mulai Senin (14/7) hingga Minggu (27/7). Selama dua pekan operasi petugas menjaring 8.694 pelanggar.
Pelanggar tersebut kemudian ditindak diantaranya 1.278 pelanggaran melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile, dan 928 pelanggaran melalui tilang manual. Selain itu diberikan 6.488 teguran.
Ribuan pelanggaran yang dilakukan masyarakat cukup beragam. Namun mayoritas adalah pengendara motor tidak memakai helm, dan pengendara dibawah umur.
Selain itu juga ada pelanggaran kendaraan tanpa kelengkapan teknis, spion tidak standar, dan knalpot brong.
Pelanggaran yang cukup banyak tersebut cukup menjadi perhatian serius. Kesadaran dalam mematuhi aturan dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan adalah hal utama.
Kesadaran dalam berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah dan pemerintah.
“Pelanggaran lalu lintas selama operasi patuh masih didominasi oleh motor,” pungkasnya.
Di Polres Probolinggo Kota, selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, petugas mencatat ada 8.392 pelanggaran lalu lintas.
Operasi berlangsung sejak 14 hingga 27 Juli dan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibanding tahun lalu.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Siswandi, menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut terbagi dalam tiga kategori penindakan, yakni ETLE Mobile sebanyak 1.403 pelanggaran; tilang manual 725 pelanggaran; dan teguran lisan 6.264 pelanggaran. Jumlah ini meningkat cukup tajam dibanding Operasi Patuh tahun 2024 lalu, yang hanya mencatat 3.572 pelanggaran..
Siswandi menambahkan, meski jumlah pelanggaran ETLE mobile tahun ini meningkat, namun ETLE statis tidak mencatatkan pelanggaran sama sekali akibat gangguan teknis.
“Tahun lalu ETLE statis yang terpasang di simpang empat Laweyan dan kawasan Wiroborang berhasil merekam 1.399 pelanggaran. Namun tahun ini nihil karena kedua alat mengalami trouble sejak sebulan lalu,” jelasnya.
“Saat ini masih dalam proses perbaikan oleh pihak vendor. Kami berharap segera bisa difungsikan kembali,” tambah Siswandi.
Selain penindakan, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti, yaitu SIM 67 buah; STNK 564 lembar; kendaraan roda dua 94 unit; dan dokumen pelanggaran ETLE 1.403 berkas.
Total barang bukti yang diamankan sebanyak 2.128 item, naik dari tahun lalu yang hanya 2.037.
Tak hanya pelanggaran, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga meningkat. Tahun ini tercatat 7 kejadian, naik dari pada tahun sebelumnya yang hanya 4 kejadian.
Menurut AKP Siswandi, tren kenaikan pelanggaran dan kejadian lalu lintas ini disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah setiap tahun.
Selain itu, intensitas razia yang lebih tinggi tahun ini juga berdampak pada peningkatan jumlah pelanggaran yang terjaring.
“Tahun ini kami memang lebih intensif turun ke jalan. Selain penindakan, kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas,” tegas Siswandi. (gus/ar/fun)
Editor : Abdul Wahid