PROBOLINGGO, Radar Bromo- Dua unit kamera trap milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jawa Timur dilaporkan hilang di kawasan Dataran Tinggi Yang, Jumat (25/7). Kamera ini bagian dari 160 perangkat yang dipasang untuk memantau aktivitas satwa liar. Termasuk macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) yang menjadi spesies dilindungi.
Kepala BB KSDA Jatim Nur Patria Kurniawan menjelaskan, kamera-kamera itu terpasang sejak Senin (6/1). Pemasangan dilakukan dengan prosedur standar. Menggunakan gembok dan kawat sling yang diikatkan kuat pada batang pohon. Setelah dikunci, kamera diaktifkan dan dibiarkan merekam secara otomatis di alam liar.
Namun, harapan untuk mendapatkan rekaman perilaku satwa liar pupus ketika tim Java-Wide Leopard Survey (JWLS) hendak memanen data dari lapangan. Dari ratusan kamera yang dicek, dua unit dinyatakan hilang.
“Dua kamera itu berada di wilayah hutan lindung. Saat dicek, tim tidak menemukan perangkat di titik pemasangan,” ujarnya.
Dari hasil pengamatan di lokasi, kata Nur Patria, terlihat tanda-tanda kerusakan. Tali sling pengaman ditemukan terputus dan terdapat bekas bacokan pada batang pohon tempat kamera terpasang.
“Ini mengindikasikan adanya tindakan pencurian,” jelasnya.
Kehilangan ini tentu mengganggu kegiatan monitoring satwa dan konservasi habitat. Karena kamera trap menjadi alat vital untuk merekam pergerakan hewan yang sulit ditemui secara langsung. Seperti, Macan Tutul Jawa yang populasinya semakin langka.
Atas insiden ini, BB KSDA Jatim langsung melaporkannya ke Polres Probolinggo guna penyelidikan lebih lanjut.
“Kami akan lakukan pengecekan terlebih dahulu ke fungsi yang menangani,” ujar Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty.
BB KSDA Jatim berharap masyarakat dapat ikut menjaga keberadaan perangkat monitoring tersebut. Mengingat pentingnya peran kamera trap dalam menjaga keberlangsungan ekosistem satwa liar di kawasan Dataran Tinggi Yang. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando