RENCANA pembangunan yang matang akan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. Pemerintah Desa Tegalmojo, Kecamatan Tegalsiwalan menyeimbangkan pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan peningkatan layanan publik.
Pelayanan prima kepada masyarakat secara bertahap diwujudkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalmojo. Tidak hanya melakukan peningkatan pelayanan administrasi kependudukan, tetapi juga melengkapi sarana dan prasarana di lingkungan kantor desa. Salah satunya adalah melakukan renovasi kantor desa menjadi pusat pelayanan publik.
Renovasi kantor desa ini dilakukan setelah pemdes mempertimbangkan kondisi bangunan kantor yang masih belum ideal. Bangunan yang ada sebelumnya nyaris menyerupai sebuah rumah yang tidak nampak seperti pusat pelayanan publik.
Kondisi demikian tentunya membuat layanan publik kurang nyaman. Sehingga perlu ada penyesuaian layaknya pusat pelayanan publik pada umumnya.
“Sebelumnya kantor desa sebagai pusat pelayanan publik warga Desa Tegalmojo bangunannya belum ideal. Desainnya seperti rumah. Sehingga perlu dilakukan renovasi agar layanan bisa lebih nyaman dan maksimal,” kata Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto.
Kantor Desa Tegalmojo yang berada di RT 1/RW 1, Dusun Krajan 1 tersebut kemudian ditata ulang. Awalnya bangunan memiliki panjang 18 meter dan lebar 6 meter. Kini dilebarkan menjadi 8 meter.
Bukan hanya itu, dalam ruangan yang dulunya yang terbagi menjadi 4 ruangan. Saat ini hanya dibuat 3 ruangan. Dengan ruang utama sebagai tempat pelayanan publik. Lalu ruangan kepala desa dan ruangan perangkat desa.
“Ruang tengah sengaja dibuat lebih lebar agar masyarakat lebih nyaman. Terlebih lagi saat antre untuk pelayanan administrasi kependudukan atau keperluan lainnya,” terangnya.
Ruang utama tersebut juga memiliki fungsi lain. Yakni digunakan sebagai aula, tempat rapat, atau kegiatan lainnya yang mengumpulkan banyak orang.
Dengan demikian pemerintah desa sudah tidak kebingungan saat ada kegiatan. Terlebih lagi ruangan sudah tertutup. Kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Slamet menambahkan, pemerintah desa juga membangun pagar kantor. Pasalnya pagar yang ada kondisinya telah rapuh karena termakan cuaca dan waktu.
Sehingga perlu dibangun lagi agar lebih kokoh. Pembangunan pagar kantor juga menyesuaikan luas kantor yang saat ini sudah difungsikan sebagai pusat pelayanan publik.
“Sejatinya renovasi kantor desa sebagai pusat pelayanan publik ini semata-mata untuk kenyamanan. Khususnya pemberian layanan pada masyarakat,” bebernya.
Bangun Irigasi untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian
Mayoritas wilayah Desa Tegalmojo masih berupa lahan pertanian produktif. Karenanya masih banyak warga yang bekerja sebagai petani, memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil panen.
Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan petani salah satunya terpenuhinya infrastruktur, sarana dan prasarana sektor pertanian.
Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto mengatakan, produktivitas pertanian masih menjadi perhatian pemerintah desa. Oleh sebab itu pembangunan infrastruktur dan pelengkap lainnya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Termasuk pembangunan yang dilakukan tahun ini masih tetap memprioritaskan pembangunan sektor pertanian.
“Mayoritas warga desa masih bekerja sebagai petani. Oleh sebab itu setiap tahunnya pembangunan sektor pertanian terus dilakukan,” ucapnya.
Tahun ini Pemerintah Desa Tegalmojo membangun saluran irigasi sepanjang 130 meter di RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar. Saluran irigasi ini mampu memenuhi kebutuhan irigasi pertanian seluas 52 hektare.
Infrastruktur pertanian ini dibutuhkan oleh petani. Sebab sebelumnya saluran irigasi belum tersentuh pembangunan sehingga kondisinya masih berupa tanah.
Saat debit air meningkat akan mengikis tepi saluran irigasi. Agar areal pertanian tetap aman dan irigasi menuju pertanian lebih terjamin maka pemerintah desa membangun saluran irigasi lebih kuat.
Sebelumnya saat musim hujan, debit air menjadi lebih tinggi. Kondisi saluran irigasi yang masih berupa tanah menyebabkan air tidak maksimal mengairi sawah. Ada kebocoran saluran sehingga air menjadi rembes sehingga debit air menuju sawah menjadi berkurang.
“Kami bangun lebih kokoh agar kebutuhan air di sawah warga lebih terjamin. Tentunya kami berharap hasil pertanian meningkat dan menambah pendapatan warga,” bebernya.
Slamet mengatakan jika wilayah Desa Tegalmojo memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Beberapa komoditas pertanian tumbuh subur diantaranya bawang merah, jagung, dan cabe. Hasil pertanian tersebut bahkan menjadi sumber penghasilan warga desa.
“Pembangunan saluran irigasi ini merupakan lanjutan pembangunan tahun sebelumnya. Sebab anggaran yang dimiliki cukup terbatas sehingga sisanya baru bisa dilakukan saat ini,” katanya.
Realisasikan Pengaspalan, Jalan Makin Nyaman
Masih ada ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan menjadi perhatian Pemdes Tegalmojo.
Tak heran jika setiap tahun pemdes secara konsisten membangun jalan menjadi lebih baik lagi.
Jalan yang baik bukan hanya mampu meningkatkan kenyamanan. Tetapi juga dapat mempermudah mobilisasi warga dan mendongkrak perekonomian masyarakat desa.
“Tahun ini kami juga fokus pembangunan jalan yang masih perlu dibangun. Dengan anggaran yang tersedia kami bangun jalan poros desa,” kata Kepala Desa Tegalmojo Slamet Hariyanto.
Pemdes Tegalmojo saat ini telah merealisasikan pembangunan dua ruas jalan. Diantaranya pengaspalan jalan sepanjang 350 meter di RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar.
Jalan ini merupakan jalan utama menuju areal pertanian. Setidaknya 52 hektar lahan pertanian warga dapat dijangkau melalui ruas jalan ini.
Jalan yang sebelumnya berupa makadam ini juga merupakan jalur utama penghubung dua desa di Kecamatan Banyuanyar. Yakni Desa Blado Wetan, dan Banyuanyar Tengah. Kondisi jalan yang sudah nyaman membuat mobilisasi warga lebih lancar.
“Jalan Dusun Karanganyar merupakan akses penting. Sebelumnya sering dikeluhkan oleh warga. Apalagi saat musim hujan. Jalan menjadi lebih licin,” ucapnya.
Ruas jalan lainnya yang telah dibangun adalah mengaspal jalan sepanjang 288 meter di RT 2/RW 1, Dusun Krajan 2. Jalan ini merupakan jalan usaha tani. Jalan ini dapat menjangkau 33 hektare lahan pertanian milik warga.
Ruas jalan Dusun Krajan 2 dibangun dengan konstruksi aspal lapisan penetrasi (lapen). Pasalnya ruas jalan ini sebelum sudah pernah dibangun.
Namun karena bangunan sudah lama sehingga termakan cuaca dan waktu akhirnya jalan mengalami rusak ringan. Ada pengelupasan lapisan permukaan aspal sehingga belobang.
Semenjak volume kendaraan yang melintas cukup banyak. Pemerintah desa kemudian menyegerakan pembangunan jalan.
“Karena jalan poros maka volume kendaraan yang melintas cukup banyak. Jadi perlu kami tingkatkan kualitas fisik jalannya,” tandasnya.
Disinggung perihal ketahanan pangan, Slamet menuturkan bahwa Pemdes Tegalmojo melalui BUMDes telah merencanakan dua unit ketahanan pangan.
Meliputi ketahanan pangan hewani berupa penggemukan domba. Serta ketahanan pangan nabati dengan penanaman jagung untuk swasembada pangan.
Dua unit ketahanan pangan tersebut dipilih setelah mempertimbangkan kondisi wilayah desa. Ketersediaan pakan untuk domba yang mencukupi. Serta kondisi geografis yang cocok untuk tanaman jagung. Sehingga hasilnya cukup menjanjikan.
“Kami menganggarkan Rp 138 juta untuk ketahanan pangan. Rencananya kami realisasikan pada pencairan tahap berikutnya,” pungkasnya. (ar/fun/*)
Rencana Pembangunan Tahun 2025
- Membangun Saluran irigasi di RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar;
- Mengaspal 2 ruas jalan. Meliputi ruas jalan RT 4/RW 1, Dusun Karanganyar. Serta ruas jalan di RT 2/RW 1, Dusun Krajan 2;
- Renovasi gedung kantor desa di RT 1/RW 1, Dusun Krajan 1;
- Membangun 1 unit RTLH;
- Ketahanan pangan penggemukan domba dan pertanian jagung.