KANIGARAN, Radar Bromo-Revitaliasi Alun-Alun Kota Probolinggo direncanakan akan dimulai akhir Juli. Selama proses revitalisasi, kawasan alun-alun bakal ditutup total.
Pemkot Probolinggo melalui DKUP juga merencanakan Pasar Minggu atau car free day (CFD) akan dipindahkan ke Jalan Suroyo.
Selama ini, CFD yang biasa dikenal masyarakat sebagai Pasar Minggu itu digelar mengelilingi alun-alun.
Para pedagang berjualan di tepi jalan yang mengelilingi alun-alun tersebut. Para pedagang berjualan memutar mulai di Jalan Trunojoyo, Jalan A. Yani, Jalan Agus Salim, hingga Jalan KH. Mansyur.
Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, selama revitaliasi alun-alun, memang PKL Pujasera di alun-alun akan direlokasi ke GOR A. Yani. Demikian juga CFD atau Pasar Minggu, akan dipindah sementara.
Sempat ada rencana, lokasi CFD akan dipindah ke Stadion Bayuangga.
Namun, batal karena lokasi di sekitar stadion dinilai tidak cukup menampung semua pedagang Pasar Minggu.
”Insyaallah (Pasar Minggu) geser ke Jalan suroyo. Maaf, lokasi berubah terus karena menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Untuk di stadion tempatnya tidak cukup. Jadi pindah ke Jalan Suroyo,” katanya.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin saat audiensi dengan FKUB Kota Probolinggo membenarkan rencana relokasi Pasar Minggu selama revitalisasi alun-alun dilakukan.
Bahkan, Wali Kota sudah menginstruksikan DKUP untuk segera membuat peta penataan PKL dan UMKM di Jalan Suroyo.
Termasuk meminta Satpol PP dan Dishub berkoordinasi dengan pengurus gereja di Jalan Suroyo.
Terutama berkaitan dengan akses Jalan Suroyo dan ketertiban lalu lintas saat ditempati Pasar Minggu.
”Konsep besar kami adalah mensterilkan alun-alun dari PKL, termasuk Jalan dr. Sutomo dan dr. Moh. Saleh. Kami ingin tata ruang kota menjadi lebih tertib,” tambahnya.
Tidak hanya itu. Pemkot bahkan merencanakan relokasi Pasar Minggu secara permanen.
Menurut Aminuddin, beberapa tahun lagi Pasar Minggu akan dipindah ke dekat TPA Bestari.
Di tempat baru itu, ada lahan seluas 10 hektare yang sedang disiapkan Pemkot Probolinggo bekerja sama dengan pihak ketiga melalui proyek RDF.
“Kalau proyek ini selesai di tahun 2028, maka pusat keramaian baru akan berpindah ke sana. Terkoneksi langsung ke Pantai Permata,” ungkapnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi