TIRIS, Radar Bromo-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus memantau dampak gempa bumi di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Saat ini, intensitas gempa mulai berkurang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menjelaskan, sampai Minggu (20/7), intensitas gempa bumi sudah mulai berkurang. Bahkan, jauh berkurang. Tidak seperti tiga hari sebelumnya.
Saat itu, wilayah terdampak gempa sering merasakan guncangan. Sehingga, membuat warga menjadi khawatir. Mereka mengkhawatirkan kerusakan atau retakan rumah yang terus bertambah.
“Aktivitas gempa tercatat kemarin (Sabtu, Red) terakhir pukul 7 pagi. Baru ada lagi tadi pagi (minggu, Red) pukul 2 dini hari dengan skala 2.2 m. Hingga saat ini, tidak ada gempa bumi susulan,” terangnya.
Saat ini, menurut Oemar, BPBD terus memantau gempa bumi ini dengan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada wilayah terdampak gempa. Petugas TRC secara berkala mengirimkan laporan kondisi dan situasi terkini akibat gempa bumi itu.
Pemantauan dan menyiagakan TRC di wilayah terdampak gempa merupakan bagian dari mitigasi risiko dan penanganan dampak bencana. Harapannya, akan selalu diketahui kondisi terkini bencana yang terjadi.
“Upaya ini dilakukan sampai situasi benar-benar normal dan tidak ada bencana yang dikhawatirkan masyarakat,” lanjutnya.
Sampai Sabtu (19/7) malam, menurut Oemar, tercatat 34 rumah rusak akibat terdampak gempa. Puluhan rumah itu mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Lokasinya tersebar di beberapa desa di Kecamatan Tiris. Meliputi, di Desa Tiris 14 rumah rusak, di Desa Segaran 9 rumah rusak. Lalu di Desa Ranuagung 7 rumah rusak dan di Desa Ranugedang 4 rumah rusak. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi