MAYANGAN, Radar Bromo- Penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Probolinggo, butuh anggaran besar. Bahkan, kini Pemkot Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 2,5 miliar untuk membangun hanggar.
Bangunan ini direncanakan menjadi tempat mesin refuse derived fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bestari Kota Probolinggo. Nantinya, pengelolaan sampah di TPA ini akan dipihak ketigakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Retno Wandansari mengatakan, Pemkot bakal menggandeng pihak ketiga untuk mengatasi masalah sampah yang overload di TPA Bestari. Namun, Pemkot harus membangun hanggar mesin RDF di TPA.
“Alokasi anggaran untuk membangun hanggar mesin RDF itu Rp 2,5 miliar. Sekarang masih tahap tender,” katanya, Sabtu (19/7). Ada 68 peserta yang mengikuti tender proyek tersebut. Namun, hanya 8 peserta yang tertarik dan mengajukan penawaran.
Retno menerangkan, setiap hari sampah yang masuk TPA mencapai sekitar 70 ton. Di sisi lain, kondisi TPA sudah overload. Pihaknya sempat berencana membeli mesin RDF dengan anggaran Rp 5 miliar. Namun, mesin ini hanya dapat mengelola 20 ton sampah per hari.
“Karena itu, anggaran pengadaan mesin RDF dibatalkan. Pemkot hanya butuh membangun hanggar mesin RDF, untuk kerja sama dengan pihak ketiga. Mesin dan pengelolaan sampah nantinya dari pihak ketiga semua,” jelasnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, sudah ada pihak ketiga yang menawarkan sistem pengelolaan yang difokuskan pada pengurangan sampah di TPA. Sebab, sejauh ini sampah di TPA belum dapat dikelola dengan baik.
“Dengan kerja sama pihak ketiga nanti, menggunakan sistem dan teknologi canggihnya, tidak lagi terjadi penumpukan sampah dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Kota Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando