Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kret…Kret…Suara di Plafon Bikin Warga Kebonsari Probolinggo Resah, Ternyata Dari Hewan Ini

Inayah Maharani • Sabtu, 19 Juli 2025 | 05:57 WIB
EVAKUASI: Tim Damkar regu 2 Kota Probolinggo saat sedang melakukan evakuasi pada biawak di plafon rumah milik Zainul Jumat (18/7) siang.
EVAKUASI: Tim Damkar regu 2 Kota Probolinggo saat sedang melakukan evakuasi pada biawak di plafon rumah milik Zainul Jumat (18/7) siang.

KANIGARAN, Radar Bromo- Sejak sebulan terakhir, Zainul, 34, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo resah.

Setiap hari dia mendengar ada suara gaduh dari plafon rumahnya. Suara itu sering muncul di waktu tak tertentu.

Selain resahm dia juga penasaran, mahluk apa yang selalu membuat gaduh dan suara “kret kret” cakaran kuku dari atas plafon itu.

Pemilik rumah sempat menduga itu suara tikus. Namun rasanya tikus tidak akan segaduh itu. Karena tidak bisa dijangkau, akhirnya dia diamkan.

Sampai pada Jumat (18/7) siang, dia baru tahu bahwa itu bukan tikus.  Saat itu, Zainul tengah pulang bekerja dan hendak makan siang.

Sang istri pun memasakkan makanan untuk mereka santap siang itu. Tiba-tiab saja, kepala biawak muncul dari sebuah lubang atap rumahnya.

Lubang itu sengaja dibuat untuk mengalirkan asap dari kompor ke luar rumah.

Sang istri yang melihat langsung kepala biawak tepat diatasnya itu pun kaget dan terbirit-birit menghubungi Zainul yang saat itu sedang salat Jumat.

“Saya lagi salat jumat dikabari ada biawak di plafon, baru saya sadar oh ternyata suara gaduh selama itu kerena adanya hewan itu,” ungkapnya.

Kebetulan Zainul punya tetangga yang profesinya adalah Damkar Kota Probolinggo.

Diapun menghubungi tetangganya itu untuk meminta tolong mengevakuasi hewan liar itu dari atas plafon rumahnya.

Tak lama kemudian tim Damkar Kota Probolinggo datang dan langsung melakukan evakuasi.

“Beruntung Damkar datang cepat, sebelum saya sampai rumah dari masjid tim damkar sudah sampai duluan,” terangnya.

Karena berada di atas plafon, evakuasinya pun tidak mudah. Agar tidak perlu membobol plafon, tim Damkar harus memanjat tanggat dari belakang rumah Zainul.

Untungnya posisi si biawak tidak jauh dari bagian belakang atap rumah Zainul sehingga buntutnya bisa diraih.

Meski begitu, Damkar tetap kesulitan mengeluarkan biawak karena tubuhnya yang besar dan sukar dikeluarkan.

“tubuhnya besar awalnya tidak muat, mungkin karena sudah makan tikus diatas. Juga sulit karena tersangkut kabel,” jelasnya.

Dengan ketelatenan, akhirnya setelah sekitar 30 menit Biawak itu bisa dikeluarkan dari plafon tanpa harus bobol plafon.

Zainul pun lega setelah hewan itu berhasil dikeluarkan dari plafon rumahnya yang selama ini kerap mengganggu dengan suara gaduhnya itu.

Kata Zainul, biawak itu keluar dan menampakkan diri karena mencium suara masakan yang semerbak.

“Saat itu istri masak babat, mungkin karena bau dagingnya itu dia keluar. Kalau tidak akan tetap di plafon,” katanya.

Rumah Zainul sendiri memang berbatasan langsung dengan lahan kosong, diduga biawak berasal dari bagian belakang rumahnya tersebut.

Meski sampai sekarang, dia masih tidak paham bagaimana bisa si biawak masuk dan memanjat sampai plafon rumahnya tersebut.

Di sisi lain menurut Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendi mengatakan bahwa dia mendapatkan laporan dari rekannya itu pada pukul 12.25.

Selang tujuh menit, tim regu 2 sampai di lokasi dan melakukan evakuasi.

“Sekitar pukul 12.35 penanganan dinyatakan kondusif, dan berjalan lancar,” ujarnya. (ran/fun)

Editor : Fandi Armanto
#damkar #animal rescue #biawak