Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sudah Dua Tahun SDN Warujinggo 2 Probolinggo Tak Dapat Murid, 3 Kelas pun Kosong, Ini Ternyata Penyebabnya

Inayah Maharani • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:30 WIB

 

 

SEPI: Kondisi SDN Warujinggo 2 Leces, Kabupaten Probolinggo. Sudah 2 tahun terakhir SDN Warujinggo tak dapat murid baru. (Inayah Maharani/ Radar Bromo)
SEPI: Kondisi SDN Warujinggo 2 Leces, Kabupaten Probolinggo. Sudah 2 tahun terakhir SDN Warujinggo tak dapat murid baru. (Inayah Maharani/ Radar Bromo)

LECES, Radar Bromo- Sudah sejak dua tahun terakhir, tidak ada siswa yang mendaftar di SDN Warujinggo 2. Salah satu SD Negeri di Desa Warujinggo, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ini tak dapat murid baru sama sekali.

Sebenarnya, sekolah sudah melakukan banyak cara untuk mendapat murid baru. Namun, belum menujukkan hasil positif.

Saat ini, SDN Warujinggo 2 hanya punya total 15 murid. Mereka murid kelas 3, 4, dan 6.

Sementara murid kelas 1, 2, dan 5, tidak ada. Karena itu, tiga ruang kelas di sekolah itu kosong. Yakni kelas 1, 2, dan kelas 5.

Kepala SDN Warujinggo 2 Indrati Susilo mengatakan, pihaknya mengalami masalah yang cukup kompleks. Ada dua masalah yang paling terasa dampaknya menurut Susi.

Pertama, ada cukup banyak lembaga SD di Warujinggo. Mayoritas adalah lembaga sekolah berbasis agama atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Untuk orang tua yang menghendaki anaknya mendapat lebih banyak ilmu agama, tentu MI menjadi pilihan. Bukan SD.

Di sisi lain, SDN Warujinggo 2 berbatasan langsung dengan Kota Probolinggo. Sehingga, orang tua di sekitar Desa Warujinggo memiliki banyak pilihan sekolah. Bahkan, banyak dari mereka akhirnya menyekolahkan anaknya ke kota.

“Di sini mayoritas masuk ke MI dan beberapa sekolah di kota. Jadi, kami tidak dapat murid,” ujarnya.

Padahal di lingkungan sekolah itu, kata Susi, ada TK PKK. Namun, tak ada satu pun wali murid di TK itu yang mau menyekolahkan anaknya ke SDN Warujinggo 2.

Susi mengatakan, segala upaya telah dilakukan. Mulai mencoba berbaur dengan masyarakat sekitar. Meminta bantuan kepala desa, hingga tak segan-segan meminta penilaian masyarakat luar terkait apa saja yang bisa diubah dari sistem sekolah agar lebih maju.

Bahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan guru TK dan menjanjikan seragam gratis bagi murid baru.

Meski begitu, selama dua tahun ini tetap tak ada murid yang mendaftar.

“Kami tidak berpangku tangan, tentu ada banyak hal yang kami lakukan. Termasuk memberikan seragam dan buku gratis bagi yang mau mendaftar,” terangnya sendu.

Susi sendiri merasa dilematis. Sebetulnya, ada banyak hal yang ingin dilakukan untuk memajukan SD itu.

Mulai menambah ekstrakulikuler dan kegiatan-kegiatan lain. Namun, lagi-lagi terbentur kurangnya guru dan biaya.

Guru di sekolah itu hanya empat. Mereka pun akhirnya mau tidak mau merangkap menjadi guru beberapa mapel. Mulai dari guru olahraga hingga guru agama.

“Kami kalau mau bikin acara patungan dulu, karena terbatas biaya. Selain itu, gurunya di sini hanya empat. Mau minta tambahan guru, wong muridnya cuma sedikit,” lanjutnya.

Meski muridnya sedikit, Susi menjamin bahwa hal itu tidak mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolahnya. Anak-anak juga tidak tertinggal pelajaran dan materi sekolah. Sama dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Kami sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Sama saja tidak ada bedanya dengan sekolah lain,” katanya.

Husnul Hotimah, salah satu wali murid di sekolah itu mengakui bahwa dari segi belajar mengajar kondisi SDN Warujinggo 2 sama saja dengan sekolah lain. Karena itu, para wali murid masih ada kepercayaan kepada guru yang mengajar.

“Semua sebetulnya sama saja. Materi pelajaran yang didapat sama. Makanya kami masih percayakan anak kami. Namun, memang dalam menjaring murid di sini kalah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, sejauh ini hanya SDN Warujinggo 2 yang tidak mendapatkan murid selama dua tahun terakhir. Karenanya, dia mengaku akan kembali mendatangi sekolah tersebut dan menganalisis masalahnya.

“Nanti kami datangi atau kami panggil kepala sekolahnya. Akan kami analisis terlebih dahulu,” ujarnya. (ran/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#ruang kelas #SDN #Leces #murid #sekolah #probolinggo