PROBOLINGGO, Radar Bromo-Angin kencang yang menerjang Kota Probolinggo beberapa hari terakhir membawa dampak. Sebuah pohon manga tumbang di Jalan Hasyim Asy`ari, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Pohon tersebut menimpa atap sebuah musala dan meja makan seorang pedagang soto ayam lamongan milik Muhammad Ilman, 45.
Sehari-hari Ilman memang bekerja sebagai pedagan soto di halaman rumahnya yang bersebelahan dengan sebuah musala kuno.
Insiden itu terjadi pada Rabu (16/7) siang. Di halaman tersebut, di bawah sebuah pohon mangga yang berusia kurang dari 10 tahun itulah Ilman menggelar meja dan kursi bagi para pelanggan yang hendak makan soto di tempat.
Rabu (16/7) siang sekitar pukul 10.00, ia dan sang istri tengah sibuk menyiapkan pesanan soto.
Di lokasi juga ada seorang pengemudi ojek online dan dua orang guru yang tengah ishoma di dalam musholla.
Namun perasaannya mulai tak nyaman saat merasa angin bertiup cukup kencang. “Dalam hati saya bergumam, kok anginnya serasa makin kencang ya,” ungkapnya.
Ia pun segera memindahkan motornya yang semula diparkir di dekat pohon. Tak berselang lama, muncul bunyi `krek krek krek` dari arah pohon.
Pohon mangga itu pun tumbang ke arah barat. Menimpa meja makannya, atap bagian depan musholla, serta terpal gerobak sotonya.
“Beruntung tidak ada korban jiwa. Kami semua sempat berlari sebelum pohon tersebut tumbang. Hanya saja saya berusaha untuk menahan pohon karena khawatir menimpa gerobak sotonya,” ujar Ilman.
Mendengar suara yang cukup keras akibat robohnya pohon tersebut, sejumlah warga sekitar berlarian keluar untuk mengecek situasi.
Mereka juga membantu Ilman untuk mengevakuasi pohon tersebut.
“Kebetulan tetangga ini ada yang punya chainsaw dan yang lainnya juga membantu menggunakan gergaji sambil menunggu pihak BPBD datang,” tuturnya.
Ilman mengaku akibat pohon tumbang tersebut dirinya menderita kerugian materil hingga Rp 1 juta.
“Ini untuk kerusakan meja dan gerobak soto saya. Sementara untuk atap musala kemungkinan butuh Rp 1 juta juga,” ungkapnya.
Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo, Solehuddin Ayyub mengatakan bahwa pihaknya melakukan proses evakuasi dengan cara memotong bagian pohon menggunakan bantuan chainsaw. Proses pemotongan berjalan lancar dan usai sekitar pukul 13.50. “Sedangkan kecepatan angin saat itu mencapai 8-15 km per jamnya,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi