KEDOPOK, Radar Bromo- Sebuah bengkel motor di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, nyaris ambruk. Senin (14/7) sore, bengkel milik Muhammad Imam Faruk, 34, yang berada di tepi Jalan Sunan Ampel, ini tertimpa pohon cemara yang tumbang.
Faruk mengaku, saat kejadian tengah memperbaiki motor pelanggan di teras bengkel. Ada tiga motor yang diperbaiki.
“Dua orang pemiliknya bersama saya, sementara satu orang lainnya masih beli-beli ke warung,” ujarnya.
Mendadak, pohon cemara setinggi sekitar 5 meter di samping bengkelnya tumbang ke arah bengkelnya. Membuat ketiganya kaget.
“Untung jatuhnya ke barat, kalau ke utara mungkin kena saya,” ujar warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih ini.
Dahan pohon membuat atap bengkel berlubang. Dindingnya juga retak. Etalase rusak. Faruk mengaku merugi.
“Saya harus ganti atap. Habis Rp 600 ribu. Mana tidak punya uang. Akhirnya saya bongkar celengan ini,” katanya.
Faruk mengatakan, warga sudah pernah melaporkan adanya pohon keropos ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, pekan lalu. Namun, dijanjikan akan didatangi ke lokasi, Senin (14/7).
“Belum juga didatangi, sudah roboh. Bagaimana kalau sudah begini? Minta ganti rugi ke siapa saya ini?” tanyanya.
Kabid Konservasi dan Pertamanan DLH Kota Probolinggo Suciati Ningsih mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan dengan BPBD Kota Probolinggo. Karena, biasanya bila berkaitan dengan bencana bisa melalui BPBD.
“Nanti kami koordinasikan dulu. Kemudian akan kami cek juga pohonnya tumbang karena apa. Sebab, kalau pohon umumnya biasanya kuat-kuat saja, tapi kalau misalnya segaja dibakar, ya jelas saja keropos,” ujarnya.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo Nurkholiq mengatakan, pihaknya telah membantu proses evakuasi. Ia menduga, pohon ini tumbang karena keropos.
“Pohonnya mati, makanya keropos. Ditambah sore itu angin cukup kencang,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando