MAYANGAN, Radar Bromo-Perjalanan pulang sekolah Bayu Adi Saputra, 17 berujung tragedi. Pelajar kelas XI SMAN 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo itu meninggal dunia usai mengalami kecelakaan maut.
Selasa (15/7) siang, motor korban bertabrakan dengan truk boks bernomor polisi B 9380 KCI di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Warga sekitar, Buani, 65, mengatakan, insiden ini terjadi sekitar pukul 13.00.
Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario N 2419 NJ, melaju dari timur.
Nah, persis di depan korban saat itu disebutkan juga melaju mobil pikap.
“Sepertinya korban mau nyalip pikap itu, tapi nggak nututi karena dari arah berlawanan ada truk boks yang juga melaju,” ujar Buani.
“Dia (korban) kaget. Terus ngerem mendadak dan jatuh ke kanan. Akhirnya terlindas,” imbuhnya.
Akibat terjatuh ke jalur kanan, tubuh korban terlindas truk boks yang dikemudikan Erik Fatoni, 25, warga Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Bayu yang merupakan warga Dusun Karangdalem, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu pun meninggal di lokasi kejadian.
Warga yang menyaksikan segera menghubungi ambulans dari RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Jenazahnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Aipda Muhammad Taufik mengatakan, kecelakaan dipicu upaya korban mendahului kendaraan di depannya.
Korban berusaha menyalip pikap yang tidak diketahui identitasnya itu.
“Karena pada waktu bersamaan muncul kendaraan dari arah berlawanan, korban melakukan pengereman mendadak dan terjatuh ke kanan,” jelasnya.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, sopir truk boks tidak dapat menghindar, sehingga kecelakaan tak terelakkan.
Kini kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Probolinggo.
“Sopir truk juga telah kami amankan ke kantor Satlantas Polres Probolinggo Kota guna dimintai keterangan,” ujar Taufik. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi