Pemerintah Desa Kandang Jati Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai tahun ini mendirikan unit usaha peternakan kambing. Ada 40 ekor kambing yang diternak di kandang di Dusun Krajan RT 3/RW 1. Unit usaha ini melibatkan pemuda desa.
UNIT usaha yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jati Makmur, Desa Kandangjati Wetan, ini dibuka sejak Mei 2025. Yakni, ketika tahap pertama pencairan dana desa 2025.
Usaha peternakan ini berfokus pada dua aspek utama. Penggemukan dan perkembangbiakan kambing.
Dalam pengelolaan unit usaha tersebut, BUMDes juga menggandeng tujuh pemuda desa. Mereka bertanggung jawab atas perawatan 40 ekor kambing milik BUMDes.
Setiap pemuda bertugas merawat lima ekor kambing. Mulai dari memberi pakan, membersihkan kandang, hingga menjaga kesehatan ternak.
“Meski memiliki tugas masing-masing, para pemuda ini bekerja secara kompak dan saling membantu. Misalnya, saat membersihkan kotorannya. Jadi, tidak hanya berfokus pada kambing mereka masing-masing,” ujar Kepala Desa Kandang Jati Wetan Hj. Ainul Lukluk melalui Sekretaris Desa Syahroni.
Unit usaha ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Desa Kandangjati Wetan. Anggarannya dialokasikan 20 persen dari Dana Desa. “Kami memilih unit usaha peternakan kambing karena melihat potensinya juga,” katanya.
Menurutnya, unit usaha ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan. Tetapi, juga untuk pemberdayaan dan membantu pemuda desa yang belum memiliki pekerjaan.
“Dengan harapan, para pemuda memiliki penghasilan sekaligus terhindar dari kegiatan negatif. Biar ada kesibukan yang positif,” harapnya.
Selain sebagai bentuk pemberdayaan, unit usaha peternakan kambing ini juga diharapkan menjadi proyek percontohan di Desa Kandangjati Wetan.
Jika hasilnya positif, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan secara bertahap ke setiap RT.
Syahroni mengungkapkan, dalam bisnis ini BUMDes menerapkan pola bagi hasil. Jika ada kambing yang beranak atau berhasil dijual, keuntungannya akan dibagi dua antara BUMDes dan pemuda pengelola.
“Sistem ini kami pilih agar pemuda benar-benar merasa memiliki dan terdorong untuk merawat ternak dengan maksimal,” jelasnya.
Akses Antar-RT Makin Baik
PEMERINTAH Desa Kandang Jati Wetan, Kecamatan Kraksaan, telah merampungkan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kramat. Tepatnya di RT 10/RW 3.
Pembangunan jalan ini menjadi salah satu prioritas, karena manfaatnya yang besar bagi warga. Baik untuk aktivitas harian maupun untuk mendukung sektor pertanian.
Jalan yang dibangun panjangnya sekitar 166 meter dengan lebar 3 meter. Jalur ini menjadi akses penting karena merupakan jalan permukiman serta merupakan akses menuju lahan pertanian.
Selain sebagai penghubung antar-RT, jalan ini juga menjadi jalur alternatif menuju Desa Alassumur Kulon.
Sebelum dirabat beton, jalan ini masih berupa tanah dan bekas paving yang kerap becek saat musim hujan.
Kondisi itu sering dikeluhkan warga karena menyulitkan mobilitas sehari-hari. Karena itu, pemerintah desa segera memperbaikinya.
Proyek yang digarap pada Mei 2025 lalu itu, merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
Pembangunan ini juga sebagai wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam membangun infrastruktur dasar yang mendukung kehidupan warga.
Sekretaris Desa Kandang Jati Wetan Syahroni mengatakan, pembangunan jalan ini tidak hanya berorientasi terhadap perbaikan fisik. Namun, juga sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan ini sangat penting. Karena merupakan jalan permukiman maupun ke sawah. Dengan dirabat beton, akses warga menjadi lebih mudah, aman, dan efisien,” ujarnya.
Selain membuat jalan lebih aman dan nyaman, perbaikan infrastruktur ini diharapkan akan mampu mempercepat perputaran roda perekonomian di Desa Kandangjati Wetan.
“Dengan infrastruktur yang baik, mobilitas meningkat dan harapannya ekonomi di desa ini ikut tumbuh,” katanya.
APBDES DESA KANDANGJATI WETAN TAHUN ANGGARAN 2025
Pendapatan
Pendapatan asli desa Rp 55.525.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.193.121.423,00
Jumlah Rp 1.248.646.423,00
Belanja
Belanja kepegawaian Rp 316.433.520,00
Belanja barang dan jasa Rp 364.139.839,07
Belanja modal Rp 313.200.000,00
Belanja Tidak terduga Rp 92.151.400,00
Jumlah Rp 1.085.924.759,07
Surplus / (Defisit) Rp 162.721.663,93
Pembiayaan
Silpa tahun sebelumnya Rp 5.278.336,07
Penyertaan modal BUMDes Rp 168.000.000,00
Pembiayaan netto (Rp 162.721.663,93)
Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00
(uno/rud/*)
Editor : Abdul Wahid