SUKAPURA, Radar Bromo- Kawasan wisata Gunung Bromo kini bersalju. Embun upas itu memenuhi sekitar kawasan lautan pasir dan lembah-lembah Bromo, Kamis (7/10) pagi.
Kondisi ini diburu para wisatawan. Baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Eksotika lautan pasir yang dipenuhi bunga es ini menjadi daya tarik sendiri.
Meski begitu, tak semua wisatawan bisa dapat momen tersebut. Salju turun saat menjelang matahari terbit, sesaat setelah matahari terbit embun upas mencair.
“Tadi turun salju. Biasanya memang itu incaran wisatawan, tapi tidak semua dapat karena embun upas hanya bertahan sebentar,” ujar salah satu sopir jip asal Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Julian.
Menurutnya, salju ini biasanya muncul pada bulan-bulan menuju Agustus. Bahkan, kadang pada bulan Mei salju sudah turun. Tergantung masih ada hujan atau tidak. Karena, salju juga tidak ada setiap hari, hanya saat tidak ada hujan. “Kalau hujan kan suhunya lebih hangat, itu tidak ada salju,” ujarnya.
Kini, suhu di Bromo kadang mencapai 4 derajat Celsius. Saat itulah salju datang, namun ketika matahari muncul, suhu kembali normal.
Berdasarkan pantauan BMKG Iklim Jawa Timur, alat pendeteksi suhu di Bromo menujukkan angka 5,3 derajat Celsius. Masih jadi yang terdingin di wilayah Jawa Timur. Namun, suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah ini wajar, karena sudah memasuki musim kemarau.
Penyebab dinginnya cuaca adalah karena adanya dominasi angin timuran atau Monsoon Australia. Selain itu, langit yang cerah juga mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam hari. Yang terakhir, hujan yang masih kerap turun juga turut serta menambah rasa dingin. (ran/rud)
Editor : Ronald Fernando