Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkot Probolinggo Tawarkan Areal Museum Rp 2 Juta Per Hari utuk Lahan Parkir Mie Gacoan

Arif Mashudi • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:20 WIB
TAK TERATUR: Sejumlah pengendara parkir di depan Reto Mie Gacoan di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, Senin (7/7).
TAK TERATUR: Sejumlah pengendara parkir di depan Reto Mie Gacoan di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, Senin (7/7).

KANIGARAN, Radar Bromo- Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memastikan Resto Mie Gacoan Kota Probolinggo belum mengantongi izin analisis mengenai dampak lalu lintas (Andalalin) dan Pesetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Namun, orang nomor satu di Kota Probolinggo ini, tidak serta merta menutup tempat usaha di Jalan Suroyo tersebut.

Ada sejumlah petimbangan yang membuatnya enggan menutupnya. Salah satunya karena selama ini keberadaan Mie Gacoan turut memompa pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan, bisa sampai sekitar Rp 1,2 miliar.

Kini, Pemkot Probolinggo menawarkan lahan yang bisa disewa untuk lokasi parkir. Yakni, di areal Museum Probolinggo. Lahan ini hendak disewakan Rp 2 juta per hari. Dengan begitu, diperkirakan dalam setahun akan ada tambahan pemasukan lebih dari Rp 500 juta.

Hal ini disampaikan Aminuddin seusai rapat paripurna di kantor DPRD Kota Probolinggo, Senin (7/7). Ia mengaku sudah bertemu dan beraudiensi dengan manajemen Resto Mie Gacoan.

 Karena ada iktikad baik, pihaknya memberikan toleransi agar segera melengkapi izinnya.

“Resto Mie Gacoan itu belum miliki izin Andalalin hingga PBG. Karena, ada iktikad baik, kami persilakan untuk memenuhi syarat izinnya,” katanya.

Terkait rekomendasi DPRD Kota Probolinggo yang meminta Resto Mie Gacoan ditutup atau dipindah karena tak memiliki izin lengkap, Aminuddin mengatakan, pihaknya bisa saja menutup atau memintanya pindah. Tetapi, selama ini keberadaannya telah menyumbang PAD cukup besar.

Karena itu, pihaknya menawarkan pada Resto Mie Gacoan untuk menyewa lahan di kawasan Museum Probolinggo, untuk dijadikan lahan parkir.

Sekaligus merehab bangunan Resto Mie Gacoan untuk digeser ke belakang. Sehingga, persoalan kendaraan parkir tidak lagi melanggar, ditambah menambah PAD melalui sewa lahan Museum.

“Kami tawarkan Resto Mie Gacoan menyewa lahan Museum untuk tempat parkir, per hari Rp 2 juta. Biaya sewa itu melihat omzet setiap hari Mie Gacoan sekitar Rp 40 juta sampai Rp 45 juta. Dengan begitu, rasanya tidak berat untuk menyewa lahan parkir Rp 2 juta per hari,” jelasnya.

Meski demikian, kata Wali Kota, pihaknya tetap mendesak mereka melengkapi izinnya. Jika lahan parkir tidak tersedia dan izin Andalalin tidak terbit, pihaknya meminta Resto Mie Gacoan tetap pindah. Ada lahan di sisi barat GOR A. Yani yang juga bisa disewa.

“Jika opsi lahan parkir tidak dipenuhi, pindah ke GOR A. Yani tidak bersedia, dan izin tidak dilengkapi, ya tetap akan kami tutup,” tegasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#Mie Gacoan #Aminudin #probolinggo