Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Elpiji Ngowos, Rumah Warga Kanigaran-Probolinggo Terbakar, Korban Alami Luka Sampai 50 Persen

Inneke Agustin • Minggu, 6 Juli 2025 | 09:15 WIB
TERBAKAR: Kondisi dapur rumah Sutik alias Tuya, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, setelah kebakaran, Sabtu (5/7).
TERBAKAR: Kondisi dapur rumah Sutik alias Tuya, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, setelah kebakaran, Sabtu (5/7).

KANIGARAN, Radar Bromo - Nahas dialami warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Sutik alias Tuya, 65. Sabtu (5/7) dini hari, rumahnya nyaris rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Tak hanya menghanguskan dapur, korban juga mengalami luka bakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00. Saat itu, Tuya tengah bersiap menanak nasi di dapur.

Anak pertamanya, Asmawati, 41, mengatakan, pagi itu ibunya memasak lebih awal karena akan mengantar makanan untuk adiknya yang hendak memanen bawang.

“Biasanya kirim makan agak siang, tapi karena adik mau jebol bawang, Ibu masak pagi-pagi. Saya sendiri waktu itu sedang menemani bayi tidur di kamar," ujarnya.

Suasana tenang seketika berubah mencekam. Dari dapur terdengar teriakan minta tolong. Asmawati mengatakan, kebakaran bermula dari kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram.

Awalnya, Tuya sempat mendengar suara desisan gas bocor dan panik. Tanpa mematikan kompor lebih dulu, korban justru mencabut tabung gas dan melemparkannya ke sisi selatan dapur.

Api dari kompor menyambar tabung gas, sehingga api makin membesar dan menjalar cepat ke berbagai peralatan rumah tangga.

“Yang terbakar itu plastik penutup bawang, alat masak, dan alat semprot untuk tanaman bawang. Untungnya atap tidak sampai roboh,” ujarnya.

Selain kerusakan materiil, Tuya juga mengalami luka bakar. Wajah, kedua tangan, serta kedua kakinya tersambar api.

“Awalnya Ibu bilang cuma merasa panas dan minta disiram air. Saya siram. Karena masih gelap, saya tidak lihat lukanya. Baru setelah agak terang kelihatan kalau kulitnya melepuh,” ujar Asmawati.

Melihat kondisinya, pihak keluarga segera melarikannya ke rumah sakit. Ia disebut mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan harus menjalani perawatan. Termasuk operasi pemulihan.

Petugas Tindak Internal (PTI) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Probolinggo Nurul Purwantoro mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian pukul 04.05. Dua unit mobil pemadam langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman selesai pukul 04.50.

Meski api tidak menjalar ke seluruh rumah, kerusakan cukup signifikan terjadi di dapur dan bagian peralatan rumah tangga. Total kerugian materi belum bisa ditaksir.

Mengingat fokus keluarga masih tertuju pada pemulihan kondisi Tuya yang saat ini dirawat intensif di rumah sakit. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#terbakar #Kanigaran #jago merah #probolinggo