Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Tomat-Cabai di Kota Probolinggo Melambung, Ini Penyebabnya

Inayah Maharani • Minggu, 6 Juli 2025 | 16:50 WIB
LAYANI PEMBELI: Salah seorang pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, melayani pembeli. Sejak belum terakhir, harga cabai dan tomat di Kota Probolinggo, terus meninggi.
LAYANI PEMBELI: Salah seorang pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, melayani pembeli. Sejak belum terakhir, harga cabai dan tomat di Kota Probolinggo, terus meninggi.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Harga tomat dan cabai di Kota Probolinggo, semakin melambung. Terhitung sejak sebulan lalu, kenaikannya hampir lipat tiga. Dampaknya, banyak konsumen mengurangi belanjanya dan pedagang sepi pembeli.

Awalnya, harga tomat hanya Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Harga ini sudah berlaku sejak dua minggu lalu.  Sedangkan, cabai rawit merah harganya tembus Rp 70 ribu per kilogram dari harga awal sekitar Rp 25 ribu per kilogram. Harga ini berlaku sudah sekitar satu bulan.

Salah seorang pedagang tomat dan cabai di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo Pria Dharma Satya Perdana, 28, mengatakan, naiknya dua bahan masakan itu berpengaruh terhadap menurunnya pembeli. Jika biasanya dalam sehari mampu menjual 50 kilogram tomat, ketika harganya mahal dagangannya hanya laku separo dari biasanya, yakni 25 kilogram.

Karena itu, akhirnya banyak tomatnya yang busuk karena tidak laku. Karena itu, Dharma mengaku memilih mengurangi jumlah kulakannya.

“Pasti berkurang. Saya juga jual ke pemilik resto, mereka belinya juga berkurang. Biasanya beli 2 kilogram, sekarang belinya 1 kilo,” katanya.

Menurutnya, biasanya ibu rumah tangga mengganti tomat dengan belimbing atau jeruk nipis, sebagai bahan baku sambal saat tomat mahal seperti sekarang.

 “Kalau ibu rumah tangga tidak pakai tomat sekarang, pakainya belimbing karena mahal,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan DKUP Kota Probolinggo Erwan Kiswandoko, membenarkan naiknya harga tomat dan cabai. Penyebabnya, kata Erwan, berkurangnya pasokan dari petani. “Saya lihat memang karena stoknya berkurang, bukan karena permintaan yang bertambah,” ujarnya.

Keterbatasan stok ini dikarekanakan kini tidak banyak petani yang menanam cabai dan tomat. Masa tanamnya sudah lewat. Sedangkan, di daerah-daerah produsen, seperti Banyuwangi dan Jember, juga sudah tidak banyak lagi produksi cabai dan tomat. Terlebih karena gagal panen.

“Produsen terbesar kita kan Banyuwangi dan Jember, kemarin di daerah Banyuwangi, seperti Kalibaru dan Genteng, itu banjir besar. Akhirnya gagal panen,” jelasnya. (ran/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#cabai #melambung #tomat #harga #probolinggo