Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Mayangan Probolinggo Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Dimakamkan, Dikenal Sosok Ramah dan Murah Senyum

Inneke Agustin • Sabtu, 5 Juli 2025 | 02:17 WIB

 

LANGSUNG DIMAKAMKAN: Petugas saat menyerahkan jenazah Anang Suryono, korban tenggelamnya Kapal Tunu Pratama, Jumat dinihari (4/7).
LANGSUNG DIMAKAMKAN: Petugas saat menyerahkan jenazah Anang Suryono, korban tenggelamnya Kapal Tunu Pratama, Jumat dinihari (4/7).

PROBOLINGGO, Radar BromoJenazah Anang Suryono, 56, sopir truk korban tenggelamnya kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama, Jumat (4/7) tiba di rumah duka. Hari itu juga, jenazah langsung dimakamkan oleh keluarga.

Jenazah tiba sekitar pukul 01.30 di rumah duka yang ada di Gang Kusuma Bakti, Jalan Serma Abdurrahman, Kelurahan Mangunharjo, Mayangan, Kota Probolinggo.

Kepulangan almarhum disambut tangis duka keluarga, tetangga, dan kerabat. Sekitar pukul 07.00, jenazah dimakamkan di TPU Sumber Arum, Kelurahan Mangunharjo.

Ketua RT 02/RW 06, Kelurahan Mangunharjo, Sunanti Pindah, 53, menjelaskan, jenazah diantar ke pemakaman oleh tetangga, kenalan, dan keluarga dekat korban.

“Ketiga anak lelakinya datang semua, juga dua saudara kandungnya, dan ibunya yang tinggal di Jember,” terang Pin, panggilannya.

Anang sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum. Dari pernikahannya, almarhum dikaruniai tiga anak laki-laki dan dua cucu.

“Cucu pertamanya perempuan, yang kedua laki-laki. Almarhum sering sekali mengajak cucunya belanja ke warung depan rumah. Setiap ketemu orang pasti menyapa. Ramah sekali orangnya,” kenang Pin.

Pin sendiri mengaku tidak punya firasat aneh sebelum korban meninggal. “Karena itu, kami semua kaget. Tidak ada tanda-tanda, begitu kabar duka datang, para tetangga langsung berdatangan ke rumah duka,” ucapnya.

Diketahui, KMP Tunu Pratama tenggelam Rabu (2/7) malam di Selat Bali. Kapal berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali pada pukul 22.56 WIB. Namun, baru sekitar 25 menit berlayar, kapal dilaporkan tenggelam.

Berdasarkan siaran pers dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, kapal tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan. Termasuk 14 truk tronton.

Salah satunya adalah truk fuso yang dikemudikan korban. Saat kejadian, korban tengah melakukan perjalanan kerja dari Mojokerto untuk bongkar muat barang ke Bali.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Probolinggo dr. Acub Zaenal Amoe mengungkapkan, pihaknya ikut terlibat dalam proses pemeriksaan korban selamat di Pelabuhan Banyuwangi.

"Kami memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada para korban selamat, sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai pelaksana layanan kesehatan di bandara dan pelabuhan," ujarnya.

Setelah memastikan para korban selamat dalam kondisi sehat, pihaknya menyerahkan mereka kepada tim Basarnas untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Korban selamat kami periksa. Setelah yakin tidak ada masalah kesehatan, kami serahkan pada Basarnas untuk diserahkan pada keluarga,” tutupnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#selat bali #korban #sopir truk #Mayangan #kmp tunu pratama #probolinggo