Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penataan GOR A Yani Probolinggo Jadi Sentra Wisata Kuliner Disuntik Bantuan CSR Rp 1,4 M, Begini Teknisnya

Arif Mashudi • Jumat, 4 Juli 2025 | 21:49 WIB
DITATA ULANG: Kawasan GOR A Yani Probolinggo yang ditata jadi sentra kuliner. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
DITATA ULANG: Kawasan GOR A Yani Probolinggo yang ditata jadi sentra kuliner. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

KANIGARAN, Radar Bromo– Pemkot Probolinggo mendapat bantuan dana corporate social responsibility (CSR) untuk program Probolinggo Bersolek. Cukup besar, sekitar Rp 1,4 miliar.

Dana CSR ini akan digunakan untuk penataan GOR A. Yani sebagai sentra wisata kuliner di Jalan dr. Soetomo.

Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin mengatakan, program Probolinggo Bersolek bukan sekadar penataan kota. Melainkan pembenahan di bidang perekonomian masyarakat, sektor pariwisata, dan investasi.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, saya berharap wajah kota akan semakin memesona, peluang ekonomi meluas dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara signifikan,” terangnya.

Untuk merealisasikannya, pemkot menurut dr Amin (panggilannya) tengah mengupayakan kerja sama dengan investor. Harapannya nanti, kerja sama itu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Saat ini, ada beberapa perusahaan yang sudah memastikan bekerja sama dengan memberikan dana melalui program CSR. Antara lain, Bank Jatim dan PT Bromo Tirta Lestari (Alamo), perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di Probolinggo.

"Alamo sudah mendedikasikan keterlibatannya sebesar Rp 1,4 miliar. Kemudian, Bank Jatim juga sudah bersedia (membantu) untuk lampu-lampunya. Saya berharap perusahaan lain juga bisa berkolaborasi untuk melengkapi penunjang lain yang dibutukan,” tuturnya.

Amin menjelaskan, GOR A.Yani tidak hanya akan direvitalisasi menjadi pusat wisata kuliner terpadu yang modern dan multifungsi.

Revitalisasi itu bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang nyaman dan estetis. Karena itu, di sana juga akan dilengkapi dengan ruang pertunjukan seni dan musik.

“Dengan hadirnya pusat kuliner terpadu ini, diharapkan UMKM di Kota Probolinggo semakin berdaya dan mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami berharap para PKL nantinya dapat menjaga fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan untuk jangka panjang,” terangnya.

Untuk merealisasikannya, para PKL yang selama ini berjualan di sekitar alun-alun akan dipindah dan ditata ulang dikawasan itu. Rencananya, pada 20 Juli nanti para para PKL di alun-alun harus pindah ke kawasan GOR.

Selanjutnya, kawasan alun-alun ditutup untuk direhab. Harapannya, para PKL sudah tidak berjualan di sana lagi.

Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati menambahkan, ada 186 PKL yang akan dipindahkan.

Rinciannya, di GOR A. Yani sebanyak 27 PKL, dari pujasera alun-alun 51 PKL, pedagang sekitar alun-alun 68 PKL, dan pedagang di Jalan dr. Soetomo sebanyak 40 PKL.

Dengan bantuan dana CSR, akan dibangun stan UMKM semipermanen di GOR A. Yani.

Sehingga, diperkirakan butuh waktu lebih lama untuk memindah PKL. Namun, pihaknya berharap stan PKL semipermanen tersebut bisa rampung sebelum pertengahan bulan ini.

”Untuk target relokasi, melihat kondisi kesiapan di lapangan. Jika di lapangan sudah siap, PKL akan direlokasi semua,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sentra kuliner #Probolinggo bersolek #wisata #Wali Kota Probolinggo #dokter aminuddin #gor a yani probolinggo