PEMERINTAH Desa Pakel, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menyusun rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur dan sarana prasana lainnya masih menjadi perhatian dan direalisasikan secara bertahap.
Infrastruktur yang baik menjadi hal utama bagi desa di wilayah dataran tinggi. Manfaatnya bisa langsung dirasakan. Infrastruktur yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari. Tetapi juga dapat meningkatkan keamanan dan membuka akses warga hingga pelosok dusun.
Kepala Desa Pakel Basudin Prabowo mengatakan, tahun ini pihaknya berencana merabat beton jalan sepanjang 323 meter di RT 6/RW 2, Dusun Pusung Gede. Jalan ini akses utama warga desa yang menghubungkan Dusun Pusung Gede dengan Dusun Congklang. Kini jalannya masih berupa tanah, sehingga kerap dikeluhkan warga.
“Pembangunan jalan rabat beton kami lakukan secara bertahap. Tahun ini hanya ada satu ruas jalan yang rencananya akan kami bangun,” katanya.
Infrastruktur lain yang juga akan dibangun berupa dua tembok penahan tanah (TPT). Masing-masing sepanjang 7 meter dan tinggi 7 meter di RT 6/RW 2, Dusun Pusung Gede. Serta, sepanjang 7 meter dan tinggi 5 meter di RT 3/RW 2, Dusun Congklang.
Dua TPT ini berfungsi sebagai penguat bahu jalan. Jalan ini kerap dilintasi kendaraan. Baik kendaraan pribadi maupun kendaraan bermuatan hasil panen.
Fungsi lainnya adalah mencegah longsor. Sebab, bahu jalan ini cukup tinggi dan berpotensi longsor. Kondisi demikian akan menjadi lebih parah saat musim hujan karena bahu jalan lebih gembur dan mudah tergerus air.
Prabowo mengatakan, tahun sebelumnya pemerintah desa telah merabat beton jalan di RT 5/RW 2, Dusun Njanti. Kini kondisinya sudah mulus dan telah difungsikan. “Pembangunan fisik yang akan dilakukan sudah kami pertimbangkan, baik fungsi dan manfaatnya. Pembangunan juga kami rencanakan dengan matang agar hasilnya dapat bertahan lama,” jelasnya. (ar/rud/*)
Perhatikan Kesehatan Masyarakat Rentan
KESEHATAN masyarakat rentan turut menjadi perhatian Pemerintah Desa Pakel. Kegiatan Posyandu dengan sasaran balita dan lansia rutin digelar. Tujuannya, demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat rentan.
Kepala Desa Pakel Basudin Prabowo mengatakan, kegiatan Posyandu bergantian di seluruh dusun di desa. Pemberian layanan dan sosialisasi dilaksanakan secara terjadwal menyesuaikan sasaran kegiatan Posyandu. “Warga rentan kami berikan layanan kesehatan. Baik balita dan lansia, mereka rutin mengikuti kegiatan Posyandu,” katanya.
Tumbuh kembang balita desa menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Pakel. Sebab, kesehatan balita lebih rentan, sehingga memerlukan adanya peran serta dari pemerintah desa. Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita haruslah terjamin. Asupan gizi yang cukup sangat memengaruhi tumbuh kembang balita.
Dalam kegiatan ini, tenaga kesehatan dan kader Posyandu menyiapkan makanan tambahan dengan menu bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Menunya telah dihitung kadar gizinya, sehingga telah memenuhi kebutuhan gizi harian balita.
Begitu pula dalam kegiatan Posyandu Lansia dalam kegiatan Posyandu juga dilakukan pengecekan kesehatan. Kegiatan dilakukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi penyakit dalam tubuh. Agar gejala penyakit dapat segera ditanggulangi. Pemberian vitamin sesuai kebutuhan turut diberikan.
“Pelaksanaan Posyandu selalu kami pantau. Semoga ke depan kesehatan balita dan lansia lebih terjamin,” harapnya. (ar/rud/*)
Kebutuhan Air Bersih Makin Terjamin
DESA Pakel memiliki kondisi geografis berupa dataran tinggi. Mayoritas wilayahnya berupa perbukitan. Membuat pemenuhan air bersih terbatas, sehingga perlu ada pemerataan air bersih menuju permukiman penduduk.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Desa Pakel, sehingga pembangunan yang dilaksanakan harus mampu menyelesaikan masalah yang ada. Tersedianya air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, tidak luput dari penggunaan air bersih.
“Pemenuhan air bersih masih terus kami lakukan. Air bersih belum merata hingga pelosok dusun,” ujar Kepala Desa Pakel Basudin Prabowo.
Pemerintah desa telah merencanakan pengadaan pipanisasi air bersih di RT 2/RW 1, Dusun Patrang. Panjangnya 600 meter. Dengan sasaran 150 rumah yang akan dilengkapi water meter. Alat ini dipasang untuk mengontrol penggunaan air bersih warga. Selain itu, alat tersebut juga menjadi acuan lancar atau tidaknya aliran air yang mengalir ke rumah warga.
Pengguna air bersih akan dikenakan iuran. Hasilnya akan digunakan untuk biaya pemeliharaan pipa. Dengan harapan, jika ada pipa rusak atau bocor bisa langsung diperbaiki. “Uang tersebut untuk pemeliharaan pipa. Jika ada lebihnya akan menjadi PADes (Pendapatan Asli Desa),” tuturnya.
Prabowo mengatakan, program pipanisasi ini merupakan lanjutan tahun sebelumnya. Pada 2024, pengadaan pipanisasi air bersih sepanjang 1 kilometer di RT 1/RW 1, Dusun Pakel. Kini terdapat 70 rumah yang sudah teraliri air bersih dilengkapi water meter.
Kini, pemerintah desa juga masih memetakan wilayah mana saja yang belum terjangkau air bersih. Ke depan akan dilakukan pipanisasi di wilayah tersebut. “Kami targetkan semua rumah di seluruh dusun teraliri air bersih. Dengan demikian, kebutuhan air bersih lebih terjamin,” harapnya. (ar/rud/*)
Editor : Ronald Fernando