KANIGARAN, Radar Bromo – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo menjadi target sasaran protes dari atlet-atlet yang meraih medali dalam ajang PON 2024. Sebab, hingga pertengahan tahun ini, belum ada kepastian kapan reward prestasinya akan cair. KONI Kota Probolinggo mendesak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo segera mencairkannya.
Ketua KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan mengatakan, sesuai yang telah dijanjikan Pemkot Probolinggo, sejumlah atlet berprestasi berharap agar bonus PON segera cair. Dispobpar juga sempat menjanjikan akan cair ketika Proprov IX Jatim digelar. Namun, hingga Porprov Jatim hampir rampung, belum ada kabar kapan cair.
Kondisi itu, membuat KONI jadi sasaran protes dari atlet. Tidak sedikit, atlet yang menghubungi dan menanyakan perihal bonusnya. Sebab, saat rakor bersama dengan Pemkot yang saat itu dihadiri oleh Dispobpar, berjanji akan cairkan bonus saat ajang Porprov.
“Kami dari KONI berharap agar bonus ini segera dicairkan. Kami menyarankan agar Dispobpar bisa segera mencairkan sesuai janji akan diserahkan pada 100 hari kerja Wali Kota Probolinggo,” katanya.
Soal nilai reward atlet prestasi PON, Iwan menerangkan, sesuai kesepakatan sebelumnya, bonus peraih medali emas Rp 40 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta.
“Di daerah lain, seperti Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, bonus sudah dibagikan. Walaupun memang belum semua kabupaten/kota di Jatim melakukannya. Hal ini seharusnya bisa menjadi motivasi bagi Kota Probolinggo agar segera mencairkannya juga,” terangnya.
Kasi Olahraga Bidang Pemuda dan Olahraga Dispopar Kota Probolinggo Ananto mengatakan, bonus atlet yang meraih medali dalam ajang PON sudah ditindaklanjuti oleh Wali Kota. Pencairannya diperkirakan dalam waktu dekat ini.
“Ini baru saja di TL (tindak lanjuti) Pak Wali Kota. Informasinya akan diserahkan saat penutupan Semipro,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando