MAYANGAN, Radar Bromo- Seorang remaja berinisial MUZ, warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban amukan massa. Kamis (26/6) malam, ia diduga hendak mencuri motor di sekitar Alun-alun Kota Probolinggo.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin menjelaskan, insiden ini bermula ketika MUZ datang ke lokasi bersama empat orang temannya. Mereka menonton pembukaan Semipro di Alun-alun Kota Probolinggo.
Namun, suasana berubah ricuh ketika keempat temannya terlibat aksi tawuran. Mereka diamankan anggota kepolisian.
“Malam itu, empat orang kami amankan ke Mapolres Probolinggo Kota. Tiga di antaranya masih di bawah umur. Tapi, sudah kami serahkan kembali kepada orang tua masing-masing,” ujar Zaenal.
Sebelum digelandang, salah satu dari rekan MUZ sempat menitipkan pesan padanya. Ia diminta mengambil motor milik temanya yang diparkir di sisi barat alun-alun. MUZ pun diberikan kunci kontak motor dan karcis parkir oleh temannya tersebut.
MUZ pun mencari motor yang dimaksud dan menemukan sebuah motor Suzuki Satria FU hitam. Mirip dengan milik temannya. Ia langsung mencoba menyalakan motor tersebut menggunakan kunci kontak yang diberikan. Nahas, motor tersebut ternyata milik orang lain.
“Motor temannya juga ada di lokasi tersebut, tapi bukan itu. Memang mirip. Jenisnya sama, warnanya sama. Dia belum memindahkan motor tersebut, masih mau masukkan kunci saat itu. Dia naiki tapi tidak bisa hidup,” ujar Zaenal.
Pemilik asli motor yang kebetulan berada di dekat lokasi. Melihat aksi MUZ, ia mengira motornya hendak dicuri. Tanpa sempat menjelaskan, MUZ diteriaki maling oleh pemilik motor. Warga yang berada di sekitar lokasi pun spontan bereaksi dan memukuli MUZ.
“Anggota kami yang sedang berjaga di sekitar lokasi melihat kejadian itu dan segera melerai. MUZ lalu diamankan dari amukan massa,” jelasnya.
Akibat amukan massa, MUZ mengalami luka di bagian pelipis dan segera dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, untuk mendapat perawatan medis. Kepolisian juga telah meminta keterangan dari MUZ serta pemilik motor yang meneriaki MUZ maling.
Zaenal menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Dari hasil pemeriksaan sementara pada MUZ, kami tidak menemukan alat pembuka rumah kontak yang aneh seperti kunci T. Dia membukanya menggunakan kontak,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando