GENDING, Radar Bromo- Jalur Pantura di Pantai Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, jadi perhatian pengendara. Jumat (27/6), di jalur nasional ini terdampat tumpahan semen yang rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, turun tangan. Tumpahan semen itu dibersihkan.
“Tumpahan semen kami bersihkan karena berbahaya. Tindakan yang kami lakukan bukan hanya soal kebakaran, tapi juga bahaya lain yang bisa mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Andrea Persaulian.
Proses pembersihan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Tim menggunakan peralatan penyemprot dan alat bantu pengikis untuk membersihkan semen agar jalan dapat kembali digunakan dengan aman dan lancar.
Selain melakukan evakuasi dan pembersihan, Andrea juga menghimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan pengangkut material bangunan agar memastikan muatannya aman dan tertutup selama perjalanan.
“Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang. Kecerobohan seperti ini bisa menimbulkan kecelakaan fatal. Kami imbau para sopir untuk lebih berhati-hati dan peduli terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Di Kota Probolinggo, tak kalah membahayakan. Sabtu (28/6), terdapat tumpahan solar di Simpang Empat Brak, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Kodnisi ini memicu kekhawatiran warga, lantaran kondisi jalan yang licin dapat membahayakan pengendara, khususnya pengendara motor.
Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, juga segera turun tangan.
“Kami membersihkan menggunakan air yang dicampur sabun, lalu disikat dengan sapu, dan disiram ulang agar benar-benar bersih dan tidak licin,” terang Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Nanang Effendy.
Menurut Nanang, tidak ada laporan pengendara yang terjatuh akibat insiden tumpahan solar kali ini. Namun, pihaknya tetap sigap melakukan pembersihan demi menjaga keselamatan para pengguna jalan. (ar/gus/rud)
Editor : Ronald Fernando