MAYANGAN, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo terus mematangkan persiapan tahun ajaran perdana 2025/2026 Sekolah Rakyat (SR).
Hanya saja, hingga kini, pemerintah pusat belum menentukan dan mengumumkan calon guru SR di kota. Padahal, tahun ajaran baru sudah akan dimulai pada pekan kedua Juli mendatang.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, kebutuhan guru Sekolah Rakyat tingkat SMP sejumlah 13 guru dan SMA 19 guru.
Namun, Pemerintah Pusat meminta calon guru yang diajukan tiga kali lipat dari kebutuhan untuk diseleksi.
Para calon guru itu sudah menjalani tes secara online yang digelar langsung oleh Pemerintah Pusat.
Calon guru yang terpilih akan dipanggil langsung ke Jakarta untuk dilakukan pembekalan dan pembinaan.
”Kami sudah mengajukan 39 nama calon guru SMP dan 57 guru SMA. Mereka juga sudah jalani tes secara online. Tinggal nanti dipanggil oleh Pemerintah Pusat, siapa yang dipilih,” katanya.
Namun sayangnya, diakui Tyok (panggilannya), hingga saat ini belum ada penetapan dan pengumuman terkait nama-nama guru untuk Sekolah Rakyat. Padahal, tahun ajaran baru sudah akan dimulai bulan depan.
“Sampai saat ini masih belum ada pengumuman. Guru yang ikut seleksi juga sudah mencantumkan e-mail mereka masing-masing, tapi sampai saat ini masih belum ada yang diumumkan,” katanya.
Meski demikian, Tyok mengaku optimistis jika Sekolah Rakyat akan tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya, yakni tahun ajaran baru.
Diperkirakan, sebelum tahun ajaran baru dimulai, sudah ada calon guru yang ditetapkan untuk menyiapkan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. “Ini program nasional, Mas, saya optimistis sesuai jadwal,” ujarnya.
Semenara itu, penetapan calon siswa yang sudah lulus seleksi telah siap 100 siswa. Rinciannya, 50 siswa tingkat SMP dan 50 siswa tingkat SMA. “Siswa sudah ditetapan, baik itu SMP maupu SMA,” ujarnya.
Termasuk fasilitas sekolah rakyat dan asrama siswa yang sudah memasuki tahap akhir rehab gedung.
Fasilitas penunjang yang sebelumnya jadi catatan dan harus dibangun, sudah hampir semuanya selesai.
”Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo akan beroperasi sesuai dengan rencana. Kami masuk dalam 100 daerah yang ditetapkan untuk membuka sekolah rakyat,” tegasnya. (mas/hn)
Editor : Fandi Armanto