Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Sariwani di Sukapura Probolinggo Penuhi Kebutuhan Air Bersih sampai ke Pelosok Dusun

Achmad Arianto • Kamis, 26 Juni 2025 | 14:37 WIB
TERKONTROL: Bendahara Desa Sariwani Fitra Ardi Wicahya mengecek watermeter di Dusun Kertowani.
TERKONTROL: Bendahara Desa Sariwani Fitra Ardi Wicahya mengecek watermeter di Dusun Kertowani.

PENINGKATAN kualitas infrastruktur desa masih menjadi sasaran pembangunan prioritas Pemerintah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Untuk memaksimalkan pembangunan, realisasinya dilakukan sesuai dengan kebutuhan warga  desa.

Dari segi demografi, Desa Sariwani berupa dataran tinggi. Mayoritas wilayahnya berupa perbukitan. Kondisi demikian membuat infrastruktur dan ketersediaan pelengkap kebutuhan sehari-hari cukup terbatas. Salah satunya adalah belum tersedianya air bersih untuk warga secara merata.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Desa (Pemdes) Sariwani sehingga pembangunan yang dilaksanakan harus mampu menyelesaikan masalah yang ada.

Tersedianya air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari tidak luput dari penggunaan air bersih.

Baik untuk konsumsi, maupun kebutuhan lain seperti membersihkan badan dan pemeliharaan lingkungan. Karena itulah kebutuhan air bersih untuk warga desa harus lebih terjamin.

“Air bersih belum menjangkau seluruh dusun. Warga memenuhi kebutuhan air bersih dengan cara mengambil dari sumber air menggunakan jerigen kemudian dibawa ke rumah,” kata Kepala Desa Sariwani Sukariyo.

Karena itulah pemerintah desa kemudian merealisasikan pipanisasi air bersih di Dusun Kertowani.

Dusun ini memiliki banyak penduduk ada sekitar 210 kepala keluarga berdomisili didusun tersebut.

Melalui sebuah pipa induk kemudian di saluran pada 2 tandon. Air bersih kemudian didistribusikan melalui pipa sepanjang 5 kilometer hingga pelosok dusun.

Pipanisasi yang sudah dilaksanakan tersebut juga dilengkapi dengan watermeter. Alat pengukur ini dipasang untuk mengontrol penggunaan air bersih yang warga dusun. Selain itu alat juga menjadi acuan lancar atau tidaknya aliran air yang mengalir ke rumah warga.

“Kami lengkapi watermeter untuk mengontrol air. Sejauh ini air sudah lancar mengalir ke rumah warga,” jelasnya.

Kata Sukariyo, pengguna air bersih dikenakan iuran. Uang yang terkumpul dari para pengguna air bersih tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya pemeliharaan pipa.

Nanti jika ada pipa rusak atau bocor akan langsung diperbaiki. Sehingga aliran air bersih ke rumah warga terjamin.

Pemdes saat ini juga masih memetakan wilayah mana saja yang belum terjangkau oleh air bersih. Kedepannya akan dilakukan pipanisasi pada wilayah tersebut. Dengan demikian kebutuhan air bersih bisa terpenuhi dan tingkat sadar kebersihan juga lebih meningkat.

“Pipanisasi dan watermeter terealisasi akhir tahun 2024 lalu. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan pemenuhan air bersih akan lebih kami tingkatkan,” jelasnya.

KOKOH: Tim monev sedang mengecek kondisi TPT yang telah dibangun tahun lalu di Dusun Gedong.
KOKOH: Tim monev sedang mengecek kondisi TPT yang telah dibangun tahun lalu di Dusun Gedong.

Lengkapi Jalan dengan TPT untuk Cegah Longsor

Berada di wilayah dataran tinggi membuat Pemerintah Desa Sariwani tidak asal merencanakan dan merealisasikan pembangunan. Perlu ada pertimbangan yang matang sebelum proyek fisik dilaksanakan.

Mulai dari fungsi, masa penggunaan dan pemanfaatan hasil pembangunan. Tentunya pembangunan tersebut disesuaikan dengan ketersediaan anggaran desa. Oleh sebab itu, setiap pembangunan dilakukan berbasis kebutuhan warga desa.

Kepala Desa Sariwani Sukariyo mengatakan, jalan desa mayoritas berbatasan langsung dengan tebing. Kondisi demikian membuat ruas jalan memiliki potensi bencana tanah longsor.

Bahkan ada beberapa jalan posisinya lebih tinggi dibandingkan dengan rumah warga sehingga perlu ada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Wilayah desa cukup rawan longsor. Beberapa titik yang berada dekat jalan desa dan rumah warga. Oleh sebab itu bertahap kami bangun TPT,” katanya.

Tahun ini pemerintah desa berencana membangun sebuah TPT di RT 6/RW 4, Dusun Nganjir.

Akan dibangun sepanjang 20 meter dengan tinggi 2 meter. TPT ini memiliki 2 fungsi. Selain untuk memperkokoh tanah agar tidak mudah longsor.

Juga sebagai penguat bahu jalan agar tidak mudah terkikis air atau tidak mudah ambrol saat dilewati kendaraan bermuatan hasil panen.

“Sudah kami rencanakan tinggal merealisasikannya saja. Kami menunggu musim kemarau atau setidaknya cuaca panas. Agar bangunan cepat kering dan hasilnya juga bagus,” ucapnya.

Selanjutnya pemdes juga akan membangun 3 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Kertowani dan Gedong. Proyek ini dilaksanakan setelah melihat kondisi rumah warga yang jauh dari kata layak.

Kondisi rumah yang rusak dan penghuni tidak mampu untuk memperbaikinya mengharuskan pemerintah desa turun tangan untuk segera melakukan pembangunan. Sehingga rumah lebih kokoh, aman, dan nyaman untuk ditinggali.

“Pembangunan TPT dan RTLH kami prioritaskan dan sudah dimusyawarahkan menunggu realisasinya saja,” katanya.

Pada tahun sebelumnya Pemdes Sariwani telah merampungkan pembangunan TPT di RT 9/RW 5, di Dusun Gedong. Bangunan ini memiliki panjang 9 meter dan tinggi 7 meter.

Memiliki 2 fungsi sebagai penguat bahu jalan dan mencegah pengikisan air hujan yang menjadi pemicu terjadinya tanah longsor. Saat ini pembangunan selesai dilaksanakan dan berfungsi dengan baik.

 

Targetkan Seluruh Jalan Desa Makin Nyaman

Jalan yang baik dan nyaman untuk dilintasi menjadi kebutuhan utama warga desa yang tinggal di wilayah dataran tinggi. Pemerintah Desa Sariwani kemudian terketuk untuk membangun jalan desa lebih baik lagi.

Sebab kondisi jalan yang baik bukan hanya membuat aktivitas sehari-hari warga desa lebih aman dan nyaman. Jalan yang layak juga membuat proses pembangunan desa lebih merata.

Kepala Desa Sariwani Sukariyo mengatakan, pihaknya berkomitmen setiap tahunnya ada jalan desa yang dibangun.

Sehingga semua wilayah desa baik yang lokasinya dekat dengan fasilitas pemerintah, sekolah dan tempat ibadah maupun pelosok desa semuanya dapat dijangkau oleh warga. Hal ini dapat terwujud jika kondisi jalan mulus dan nyaman untuk dilintasi.

“Setiap tahunnya selalu kami usahakan ada jalan desa yang yang dibangun. Dengan anggaran yang dimiliki pemerataan pembangunan jalan desa bertahap kami realisasikan,” katanya.

Pemdes Sariwani telah merencanakan pembangunan 3 ruas jalan. Diantaranya pavingisasi jalan sepanjang 200 meter di RT 3/RW 2, Dusun Kertowani.

NYAMAN: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) mendampingi tim monev sedang mengecek jalan rabat beton yang telah direalisasikan tahun lalu di Dusun Gedong.
NYAMAN: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) mendampingi tim monev sedang mengecek jalan rabat beton yang telah direalisasikan tahun lalu di Dusun Gedong.

Selanjutnya merabat beton jalan sepanjang 79 meter di RT 5/RW 3, Dusun Kertowani. Serta rabat beton jalan sepanjang 100 meter di RT 6/RW 4, Dusun Nganjir.

Sukariyo menjelaskan jika jalan yang menjadi sasaran pembangunan tersebut memiliki 2 fungsi.

Merupakan akses menuju pemukiman yang dihuni puluhan kepala keluarga. Jalan juga merupakan akses menuju lahan perkebunan milik warga. Kondisi jalan yang mulus dan nyaman menjadi harapan warga desa.

MELAYANI MASYARAKAT: Kepala Desa Sariwani Sukariyo saat ditemui di balai desa.
MELAYANI MASYARAKAT: Kepala Desa Sariwani Sukariyo saat ditemui di balai desa.

Tahun lalu pemdes telah merealisasikan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Gedong. Sama dengan jalan yang akan dibangun tahun ini, jalan merupakan akses menuju pemukiman dan lahan perkebunan milik warga.

“Jalan yang nyaman dan layak dilewati menjadi harapan warga desa. Namun karena keterbatasan anggaran maka pembangunan dilakukan secara bertahap,” bebernya.

Sementara pada program ketahanan pangan pemerintah desa melalui BUMDes telah merencanakan penggemukan sapi.

KOMPAK: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) berfoto bersama perangkat desa.
KOMPAK: Kepala Desa Sariwani Sukariyo (tengah) berfoto bersama perangkat desa.

Unit usaha ini dipilih setelah mempertimbangkan potensi sumberdaya alam dan manusia. Demi terealisasi program tersebut pemerintah desa telah menganggarkan Rp 152 juta.

Uang tersebut akan digunakan untuk pengadaan sapi. Dengan sistem pengelolaan bagi hasil atau gaduh.

“Rencana awal program ketahanan pangan penggemukan sapi. Tetapi masih kami pertimbangkan apakah prospeknya menjanjikan dan mampu menyumbang pada PADes. Namun jika tidak, anggaran yang sudah ada nantinya akan dialihkan ke program ketahanan pangan lainnya,” tandasnya. (ar/fun/*)

Rencana Pembangunan Tahun 2025

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan sukapura #transparansi desa #desa sariwani