Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perbaikan 905 KM Jalan Rusak di Kabupaten Probolinggo Butuh Rp 1,47 Triliun, Pemkab Siap Bangun Pabrik Paving Sendiri  

Agus Faiz Musleh • Rabu, 25 Juni 2025 | 14:00 WIB

 

PERBAIKAN: Sebuah mobil alpomain melakukan perbaikan jalan di Kecamatan Paiton, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
PERBAIKAN: Sebuah mobil alpomain melakukan perbaikan jalan di Kecamatan Paiton, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

PAKUNIRAN, Radar Bromo–Pemkab Probolinggo tengah menyiapkan langkah besar untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 905 kilometer jalan rusak akan dibangun dan diperbaiki dalam waktu 2-3 tahun ke depan.

Anggaran yang dibutuhkan pun relatif tinggi. Yaitu, mencapai Rp 1,47 triliun.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan, selama dua sampai tiga tahun ke depan, pembangunan infrastruktur akan jadi prioritas. Terutama pembangunan jalan.

“Bahkan, kami akan membangun pabrik paving sendiri untuk mempercepat pengerjaan. Kami juga mendorong CSR perusahaan dan pokir DPRD agar diarahkan mendukung sektor ini,” tegas Gus Haris, panggilannya saat kegiatan ‘Ngantor di Kecamatan’ yang digelar di Kecamatan Pakuniran, Senin (23/6).

Tak hanya mengandalkan dana APBD, Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan infrastruktur.

Sebab, pembangunan jalan bukan sekadar proyek. Melainkan tulang punggung perekonomian masyarakat.

Dalam program ‘Ngantor di Kecamatan’ yang digelar secara berkala itu, Bupati dan Wabup Probolinggo Fahmi AHZ beserta jajaran OPD hadir di tengah masyarakat.

Di Pakuniran, kegiatan dimulai dengan dialog terbuka bersama para kepala desa, tokoh masyarakat, dan unsur kecamatan.

Bupati menegaskan, program ini merupakan wujud nyata pendekatan pelayanan publik.

“Kami tidak hanya menunggu laporan di kantor. Dengan turun langsung ke lapangan, kebijakan bisa lebih tajam dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, kerusakan jalan juga menjadi keluhan utama masyarakat saat Wabup Probolinggo Fahmi AHZ datang ke Kecamatan Pakuniran dalam program “Ngantor di Kecamatan,” Senin (23/6).

Hampir di setiap titik yang dikunjungi, warga menyuarakan harapan besar agar jalan-jalan rusak segera diperbaiki.

Wabup Fahmi menegaskan, persoalan jalan adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ia menyebut, sekitar 905 km jalan rusak telah terpetakan dan ditargetkan selesai diperbaiki dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

“Tanpa infrastruktur jalan yang mantap, kita akan kesulitan bicara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Maka mulai tahun depan, seluruh OPD harus mengencangkan ikat pinggang. Anggaran harus difokuskan pada pembangunan jalan. Ini fondasi utama,” tegas Wabup Fahmi.

Wabup juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat Mergoayu, menyerap aspirasi dari BUMDes dan menyambangi SDN Gunggungan Kidul 2.

Di sekolah ini, ia menyerahkan perlengkapan sekolah kepada siswa berprestasi dari kelas 1 hingga kelas 5.

Menurut Wabup Fahmi, potensi Kecamatan Pakuniran sangat kaya. Selain sektor agrikultur seperti pertanian, peternakan, dan kehutanan, wilayah ini juga menyimpan kekuatan di sektor wisata alam.

“Ada Air Terjun Antrokan, Pancor dan aliran sungai yang eksotis. Semua ini jika didukung oleh infrastruktur yang baik, bisa menjadi lokomotif ekonomi baru,” ujarnya optimistis.

Menurutnya, Pemkab Probolinggo berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor unggulan desa. Namun, kunci utamanya tetap satu: aksesibilitas.

“Kalau jalannya rusak, distribusi produk terganggu, wisatawan enggan datang, dan pelayanan publik pun terhambat. Karena itu, kami akan total menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu,” pungkasnya. (mu/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pemkab probolinggo #jalan rusak #bupati probolinggo #gus haris #probolinggo