Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Taman jadi Ikon Baru di Desa Glagah Pakuniran, Juga Jadi Spot Foto Favorit Masyarakat

Agus Faiz Musleh • Selasa, 17 Juni 2025 | 13:00 WIB
RAMPUNG: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman saat berada di lokasi ikon desa yang telah dibangun. 
RAMPUNG: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman saat berada di lokasi ikon desa yang telah dibangun. 

DESA Glagah, Kecamatan Pakuniran, kini memiliki ikon baru yang menjadi kebanggaan seluruh warga. Pemerintah Desa Glagah baru saja merampungkan pembangunan taman desa dan tulisan “Desa Glagah” berukuran besar dan megah, yang tidak hanya memperindah wajah desa. Tetapi juga menjadi spot foto baru yang menarik perhatian.

Taman ini hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah desa dalam menciptakan ruang terbuka hijau yang asri, nyaman, dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keberadaan taman tersebut sekaligus menjadi simbol semangat baru warga Desa Glagah dalam membangun desa yang lebih tertata dan berdaya saing.

“Taman ini bukan hanya penghias desa. Tapi juga jadi ruang publik untuk warga bersantai, berinteraksi, dan memupuk rasa memiliki terhadap lingkungannya sendiri,” ujar Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman.

Tak kalah menarik, keberadaan tulisan besar “Desa Glagah” di tengah taman menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga yang datang hanya untuk berswafoto di depan tulisan tersebut, bahkan menjadi salah satu lokasi favorit bagi anak muda.

“Kami bangun di jantung desa, upaya menciptakan keramaian. Ketertarikan masyarakat dengan adanya ikon tersebut,” ujarnya.

Pembangunan taman ini juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung lainnya yang semakin mempercantik kawasan desa.

Selain taman, program pembangunan lainnya pun menunjukkan progres menggembirakan.

Di bidang fisik, rehabilitasi kantor desa telah rampung, menghadirkan bangunan yang lebih besar, nyaman, dan layak untuk pelayanan publik.

Di tahap dua pencairan dana desa, akan ada pembangunan aspal di Blok Bukkolan RT 2 RW 3, guna mempermudah akses transportasi warga.

LEBIH LAYAK: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman saat melihat rumah warga yang rampung dibenahi sehingga menjadi layak dihuni.
LEBIH LAYAK: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman saat melihat rumah warga yang rampung dibenahi sehingga menjadi layak dihuni.

“Jalan yang sebelumnya rusak akan bisa dilalui dengan nyaman, memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga,” ujarnya.

Di bidang sosial, ada program rehab rumah tidak layak huni sebanyak tiga unit telah dituntaskan.

Selain itu penyaluran BLT Dana Desa sebesar 7 persen untuk 19 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), masing-masing menerima Rp 300.000. 

OPTIMAL: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman  (kiri) saat memantau langsung pelayanan di ruang pelayanan baru desa setempat.
OPTIMAL: Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman  (kiri) saat memantau langsung pelayanan di ruang pelayanan baru desa setempat.

Pelayanan Publik Makin Mudah

Desa Glagah tak berhenti berbenah. Salah satu capaian yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah selesainya rehabilitasi kantor desa atau balai desa, yang kini tampil lebih besar, modern, dan nyaman.

Bangunan baru ini tidak hanya lebih layak secara fisik, tapi juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.

Kantor desa kini dilengkapi dengan ruang pelayanan utama dan ruang pos yandu, sebagai bagian dari kesiapsiagaan desa dalam pelayanan kesehatan dasar.

Kehadiran ruang pelayanan yang lebih luas memungkinkan warga mendapatkan berbagai layanan administrasi, informasi, dan pengaduan dengan lebih nyaman.

“Ini adalah upaya kami agar pelayanan bisa dilakukan dengan lebih cepat, terorganisir, dan profesional. Masyarakat harus merasa dilayani, bukan hanya datang mengurus,” ujar Kepala Desa Glagah, Abdur Rahman.

Tidak hanya itu, pembangunan di Desa Glagah juga menyentuh sektor lain secara menyeluruh.

Desa Glagah juga mulai mengembangkan BUMDes Pancar Kejora, dengan program peternakan sapi berbasis ketahanan pangan.

Dana sebesar 20 persen dialokasikan untuk membangun kandang, menyewa lahan, dan membeli ternak.

“Program penggemukan sapi ini ditargetkan bisa berputar dalam waktu enam bulan,” jelas Abdur Rahman.

Dengan berbagai kemajuan ini, Desa Glagah kian menunjukkan transformasi sebagai desa yang melayani, mandiri, dan inklusif.

Pelayanan yang mudah, infrastruktur yang baik, serta ekonomi yang mulai bertumbuh menjadi bekal menuju desa yang sejahtera. (mu/fun/*)

 

Pembangunan Desa Glagah Tahun 2025

Editor : Abdul Wahid
#desa glagah #transparansi desa #kecamatan pakuniran