MAYANGAN, Radar Bromo-Wakil Walikota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengajak puluhan penyandang disabilitas di Kota Probolinggo nonton bareng film GAZA (Hayya 3) di salah satu studio bioskop Kota, Kamis malam (12/6).
Ini merupakan bagian dari literasi kepada masyarakat dalam menonton film sesuai ketentuan, sekaligus bentuk dukungan Save Gaza Palestine.
Mereka pun terharu dan terbawa suasana selama menonton film GAZA tersebut.
Film dokumenter GAZA, yang dirilis pada tahun 2019 dan disutradarai oleh dua pembuat film asal Irlandia, Garry Keane dan Andrew McConnell, menjadi pilihan dalam acara tersebut.
Film ini menggambarkan kehidupan masyarakat Gaza di tengah konflik yang berkepanjangan.
Kegiatan nobar tersebut diinisiasi oleh DPD Partai NasDem Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Ina Dwi Lestari, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota.
Sehingga seluruh kader DPD Partai NasDem Kota Probolinggo pun ikut nonton bareng sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.
"Alhamdulillah, nonton bareng film GAZA bersama disabilitas ini, tak lain untuk merangkul semua kalangan, termasuk komunitas disabilutas tuna rungu dan tuna wicara. Selain itu, sebagai wujud kita bersama-sama mengajak dan mendukung Save Gaza Palestina," kata Ina Dwi Lestari, ketua DPD Nasdem Kota Probolinggo.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Alex Fahmi, menambahkan, nonton bareng bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sosial NasDem.
"Ini merupakan agenda dari DPD Partai NasDem Kota Probolinggo. Selain mengundang seluruh struktur DPD, kami juga mengundang dari disabilitas komunitas tuna rungu dan tuna wicara," katanya.
Alex Fahmi menambahkan, kegiatan tersebht tidak hanya bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan kader partai, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelompok disabilitas dan dukungan save Gaza Palestine.
"Pada intinya, selain kegiatan politik, kami juga aktif dalam kegiatan sosial," tambahnya.
Nonton bareng film GAZA tersebut disambut senang oleh seluruh disabilitas yang ikut. Karena merasa dihargai dan dilibatkan dalam kegiatan inklusif yang memperhatikan keberagaman masyarakat Kota Probolinggo.
"Bentuk perhatian seperti ini sangat dibutuhkan bagi kami penyandang disabilitas. Kami diajak dan dilibatkan dalam kegiatan bersama-sama," ungkap, Herman, 38, salah satu tuna rungu yang ikut nobar tersebut. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi