PROBOLINGGO, Radar Bromo-Temuan ranjau paku di kawasan parkir jip wisata Gunung Bromo, tepatnya di Lembah Watangan, menjadi perhatian serius sejumlah pihak.
Apalagi kejadian ini mencuat ke publik setelah video ranjau tersebut viral di media sosial pada Senin (9/6) lalu.
Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan enam buah ranjau paku sebagai barang bukti.
“Selain itu, dua orang saksi dari kalangan sopir atau pelaku usaha jip telah kami mintai keterangan,” ujarnya singkat, Selasa (11/6).
Di sisi lain, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) juga mengambil langkah cepat.
Ketua Tim Data Evlap Humas BB TNBTS, Hendra Wisantara menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait kejadian tersebut.
“Kami sudah berkomunikasi dan menyerahkan penanganan ini kepada pihak kepolisian. Hingga hari ini (Kamis, red), kami belum menemukan kembali ranjau serupa di area tersebut.
Namun kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan,” jelas Hendra.
Kejadian ini menjadi perhatian Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris.
Saat ditemui usai menghadiri acara Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo, ia menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo akan turut serta dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Sebab peristiwa seperti ini dapat mempengaruhi penilaian wisatawan terhadap kenyamanan dan keamanan di sini. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Di Bromo, pengamanan tidak hanya oleh kepolisian, tapi juga melibatkan petugas jaga gunung. Semua pihak harus bersinergi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang bisa terjadi akibat insiden semacam ini.
Terutama bagi masyarakat lokal yang menggantungkan penghidupan dari sektor wisata Bromo.
“Kalau ini hanya iseng, saya harap tidak terulang lagi. Karena ini bisa berdampak besar. Wisatawan bisa enggan datang dan itu artinya penghasilan warga juga berpotensi ikut menurun. Oleh sebab itu maka mari saling menjaga,” pungkas Gus Haris.
Pemkab Probolinggo bersama TNBTS dan aparat kepolisian kini terus melakukan patroli serta pemantauan intensif guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid