WALI KOTA Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes.-Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.Pd. dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada 20 Februari lalu. Pelantikan ini menjadi langkah awal mewujudkan visi; “Mewujudkan Kota Probolinggo yang Tangguh, Berkelanjutan, Sejahtera, Modern, dan Adaptif.”
Dengan semangat membangun dari hati, sejak hari pertama mengabdikan diri untuk rakyat, segala program kerja dilakukan terukur dan terstruktur. Satu per satu apa yang dilakukan mulai menunjukkan perubahan nyata bagi warga Kota Probolinggo.
Disampaikan kepada publik secara transparan melalui DasboardKota Probolinggo. Salah satu kinerja di bidang pariwisata adalah dengan optimalisasi destinasi wisata baru. Di-launching dalam 100 hari kerja, berbagai event ini buah dari kolaborasi untuk mengeliatkan perekomomian masyarakat kepariwisataan, bahkan memberikan dampak multiefek bagi masyarakat Kota Probolinggo.
Di antaranya, ada Lomba Karapan Kambing yang digelar di lapangan Jalan Progo, Kelurahan Jrebeng Lor, Minggu (23/3). Jelajah Rasa Nikmati Seni (Larasati) yang digelar di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo.
Mulai dari Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo hingga Pertigaan RM Sumber Hidup, Jumat (11/4). Di dalamnya disuguhkan panggung hiburan, kesenian, dan jajaran UMKM, khususnya angkringan.
Lalu, Lomba Karapan Sapi digelar di Lapangan Jalan Progo, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Minggu (20/4). Lomba ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Juga ada, Lomba Layangan Aduan yang juga diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kegiatan ini digelar di sisi timur Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Mayangan, dengan memperebutkan hadiah total Rp 22,6 juta.
Kemudian, ada Harmoni Museum. Suguhan para pegiat seni dan kelompok seni budaya yang digelar pada Sabtu malam. Event ini sekaligus untuk menghidupkan Museum Probolinggo sebagai destinasi wisata baru.
Lalu, ada potensi kelurahan melalui Berbagai event dan pelatihan. Salah satunya digelar oleh Kelurahan Kebonsari Kulon, Rabu (6/4). Langkah ini sebagai upaya pemerintah membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan.
Disusul Festival Gir Sereng. Seperti namanya, event ini digelar di pinggir pantai. Tepatnya di Pantai Permata, Kelurahan Pilang. Konsep seni tradisional tempo dulu yang disajikan mulai dari kostum yang digunakan, obor dan ublik sebagai penarangan, gubuk-gubuk, hingga jajanan yang disajikan cerminan masyarakat Kota Probolinggo tempo dulu.
Ada pula launching Lomba Mancing Bandeng. Kegiatan ini digelar di tambak milik Pemkot Probolinggo di Jalan Gajah Mada. Langkah ini sebagai upaya promosi pengembangan sektor perikanan air payau di Kota Probolinggo.
Berikutnya, ada Festival Sumber Mata Air Sentong. Digelar di Sumber Mata Air Sentong. Event ini berisi sarasehan lingkungan, pembersihan sumber mata air, penyebaran eco enzim, hingga uji kualitas air Sumber Mata Air Sentong. Selain dapat meningkatkan perekonomian, destinasi wisata baru ini juga menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, tak terasa, saya dan Bu Wakil sudah melaksanakan program kerja di 100 hari pertama. Meski demikian, tentu ini bukan pencapaian yang selesai sampai di sini saja. Bagi kami, ini adalah started. Bahwa program-program prioritas yang telah kami lakukan ini landasan yang kuat, bagaimana program-program yang akan kami lakukan selanjutnya. Bersama rakyat kami akan terus bekerja yang menghadirkan perubahan nyata,” ujar Wali Kota dr. Aminuddin didampingi Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari. (el/adv)
Editor : Ronald Fernando