MAYANGAN, Radar Bromo - Pengerjaan revitaliasi Alun-Alun Kota Probolinggo, rencananya dilakukan mulai akhir Juli ini.
Termasuk trotoar, akan terdampak revitalisasi ini. Karena itu, bangunan yang ada di trotoar seputar alun-alun akan dibongkar.
Total ada lima bangunan yang selama ini berdiri di trotoar. Semuanya merupakan toko kecil yang ada di sebelah barat alun-alun atau di depan Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.
Karena itu, toko itu akan dibongkar selama revitalisasi dilakukan. Selanjutnya, Pemkot Probolinggo menawarkan pada pelaku usaha toko untuk pindah berjualan di toko-toko depan TWSL Kota Probolinggo.
Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Gigih Ardityawan Pratama mengatakan, saat ini revitalisasi alun-alun masih proses untuk ditender. Revitalisasi tahun ini dilakukan di area luar alun-alun.
Fokus revitalisasi yaitu sekeliling alun-alun, terutama pematusan atau drainase. Supaya, air di sekeliling alun-alun bisa lancar. Selain itu, trotoar di sekeliling alun-alun akan dibangun lebih cantik.
”Jadi sekeliling alun-alun bagian luarnya direvitaliasi. Terutama pembangunan saluran drainasenya,” katanya.
Karena rencana itu, lima toko yang berdiri di trotoar akan dibongkar. Apalagi, trotoar memang tidak diperuntukkan mendirikan bangunan.
Sebagai gantinya, kawasan itu akan dibangun drainase, sekaligus trotoar. Selain itu, ada kantong parkir yang akan dibangun di sisi barat alun-alun.
”Trotoar yang dibangun nantinya bukan dari paving. Nanti akan dipasang lantai marmer yang tidak licin di trotoar. Sehingga, tampilan sekeliling alun-alun akan lebih cantik bersolek,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Fitriawati menambahkan, semua toko di sisi barat alun-alun mau tidak mau harus direlokasi.
Semuanya akan dibongkar untuk kepentingan revitaliasi alun-alun. Meskipun, selama ini mereka membaya retribusi.
”Jika ingin tetap berjualan, kami sudah siapkan relokasi ke depan TWSL. Ada lima toko di depan TWSL yang bisa ditempati untuk berjualan,” terangnya.
Selanjutnya, menurut Fitri (panggilannya, red), tidak akan ada lagi toko yang dibangun di trotoar. Karena itu, mereka yang direlokasi tetap berjualan di kios depan TWSL.
Diketahui sebelumnya, Pemkot Probolinggo melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 31,9 miliar. Hasil efisiensi ini paling besar digunakan untuk revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo senilai hampir Rp 10 miliar. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi