DESA Sumberkare merupakan desa terluas di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 kepala keluarga (KK). Mayoritas mereka berkerja di sektor pertanian. Hamparan sawah dan ladang warga banyak ditanami komoditas utama, seperti jagung dan tembakau.
Guna menunjang aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Desa Sumberkare terus menggenjot pembangunan infrastruktur. Khususnya jalan. Sebab, masih banyak ruas jalan desa yang butuh perbaikan.
Sekretaris Desa Sumberkare Rohmat mengatakan, salah satu fokus pembangunan tahun ini perataan ruas jalan di Dusun Karangkari, RT 15/RW 04. Jalan paras yang sebelumnya tidak rata–naik turun akibat tergerus aliran air–kini telah diratakan menggunakan alat berat.
“Jalan ini kerap dilintasi warga menuju permukiman, sawah, hingga tembus ke Desa Boto. Karena kontur tanahnya yang tidak rata, masyarakat merasa kurang nyaman. Kami kemudian meratakannya. Hasilnya sudah cukup baik meski sempat terdampak hujan dan perlu sedikit perbaikan ulang,” jelasnya.
Jalan sepanjang sekitar 4 kilometer ini, kini telah jauh lebih baik. Mempermudah mobilitas warga.
Pemerintah desa juga membuka jalan baru menuju area persawahan di Dusun Gedangan. Panjangnya 3 kilometer dengan lebar 3 meter. “Sebelumnya, warga harus memikul hasil pertanian karena tidak ada akses kendaraan ke sawah mereka. Melalui musyawarah, mereka mengusulkan pembangunan jalan dan kami realisasikan menggunakan tanah bengkok desa,” ujar Rohmat.
Pembangunannya disambut baik oleh warga. Kini, hasil pertanian bisa diangkut menggunakan sepeda motor, bahkan kendaraan roda empat. Pemerintah desa juga telah merencanakan peningkatan kualitasnya. Jalan ini akan diaspal.
Rohmat menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan akan terus menjadi prioritas Pemerintah Desa Sumberkare. Bahkan, ada sejumlah jalan yang tahun ini akan diperbaiki.
“Fokus utama kami membangun akses jalan, karena itu kebutuhan dasar masyarakat. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan aktivitas warga, tapi juga menjadi tonggak utama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Jaga Ketahanan Pangan-Akses Air Bersih
Program ketahanan pangan dan peningkatan akses air bersih tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Sumberkare. Dua program strategis ini ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Sekaligus mendukung sektor pertanian dan peternakan.
Salah satu program unggulan di bidang ketahanan pangan adalah penggemukan sapi. Proyek ini dialokasikan anggaran Rp 200 juta. Sekretaris Desa Sumberkare Rohmat mengatakan, kandang sapi sudah selesai dibangun di Dusun Pelan Kerep. Kini sudah siap digunakan.
“Tinggal menunggu pengisian ternaknya. Rencananya kami beternak sapi limousin karena dikenal cepat tumbuh dan memiliki nilai jual tinggi. Kemungkinan hanya butuh 3 sampai 4 bulan sudah bisa dipanen,” ujarnya.
Program penggemukan sapi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan. Tetapi, juga diharapkan dapat menambah penghasilan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru. Serta, diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli desa (PADes).
Pemerintah Desa Sumberkare juga menunjukkan kepeduliannya terhadap ketersediaan air. Baik untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari warga. Pada akhir 2024, pemerintah desa telah membangun dua unit pompa sibel di Dusun Pelan Kerep dan Dusun Gedangan.
“Pompa yang kami gunakan adalah jenis sibel karena sumber airnya berada cukup dalam, sekitar 150 meter. Pompa ini menggunakan tenaga listrik, sehingga bisa dioperasikan kapan saja, bahkan di malam hari,” jelas Rohmat.
Keberadaan pompa sibel ini terbukti sangat membantu para petani yang sebelumnya mengalami kesulitan air. Terutama ketika kemarau. Kini, sawah-sawah yang sebelumnya kekeringan bisa kembali produktif. Satu pompa bahkan mampu mengairi lahan hingga seluas 30 hektare. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando