Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan-Jembatan di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces Makin Aman Dilintasi

Inayah Maharani • Rabu, 11 Juni 2025 | 15:46 WIB
PEMBANGUNAN: Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan (pakai baju dinas) meninjau proses finishing jembatan limpas di Dusun Curahwindu
PEMBANGUNAN: Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan (pakai baju dinas) meninjau proses finishing jembatan limpas di Dusun Curahwindu

KESEJAHTERAAN masyarakat dapat tercipta dengan adanya infrastruktur yang baik. Karena itu, Pemerintah Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, secara bertahap terus berusaha meningkatkan kualitas infrastrukturnya. Terutama jalan desa sebagai akses transportasi.

Tahun ini ada dua akses transportasi yang dibangun Pemerintah Desa Tigasan Kulon. Berupa jembatan dan rabat beton jalan usaha tani. Proyek jembatan limpas itu berada di Dusun Curahwindu dengan volume 18 meter. Dianggarkan dari dana desa tahun 2025 senilai Rp 87.348.000.

Jembatan limpas atau yang sering disebut dengan jembatan pelintas adalah jembatan yang dibangun dengan konstruksi yang lebih sederhana. Seperti jembatan yang berada di ketinggian yang sama dengan bantaran sungai. 

Jembatan ini berfungsi untuk memudahkan akses penyeberangan sungai atau wilayah yang terjal. Biasanya dibangun dengan material yang kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan sungai.

Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan mengatakan, sebelum direhab, jembatan ini dulunya sempit. Jembatan ini juga tepat berada setelah jalanan yang menurun. Kondisi ini mengkhawatirkan karena terlalu curam dan membahayakan. Karena itu, pemerintah desa merehabnya.

Pembangunannya sudah rampung 100 persen. Suhin berharap, dengan dibangunnya jembatan ini, masyarakat makin nyaman beraktivitas. “Dulu sempit, sedangkan dari atas turunan terus nanjak. Khawatir membahayakan, akhirnya kami lebarkan dan direhab menjadi jembatan limpas ini,” katanya.

Selain jembatan, infrastruktur yang juga sudah rampung dibangun berupa jalan rabat beton di Dusun Degedeg RT 11/RW 03. Panjangnya 99 meter dengan lebar 2,5 meter. Pembangunannya dikerjakan selama 10 hari dengan anggaran Rp 55.790.100. “Sebelumnya, jalan ini makadam, sehingga kurang nyaman dilintasi,” ujar kepala desa.

RTLH: Tim Monev Kecamatan Leces meninjau proses pembangunan rumah milik Esa, warga Dusun Degedeg RT 11/RW 3
RTLH: Tim Monev Kecamatan Leces meninjau proses pembangunan rumah milik Esa, warga Dusun Degedeg RT 11/RW 3

Sediakan Rumah dan Sanitasi Layak

Kesehatan dan kesejahteraan warga, terus menjadi perhatian Pemerintah Desa Tigasan Kulon. Salah satunya dengan menyediakan rumah dan sanitasi yang layak. Tahun ini, pemerintah desa merehab tiga unit rumah milik warga yang tak layak ditempati.

Sejauh ini, satu rumah sudah rampung dibangun, sedangkan dua lainnya masih digarap. Ketiga unit rumah itu, masing-masing milik Esa, 53, warga Dusun Degedeg RT 11/RW 3. Lalu, ada rumah milik Samin, 50, warga Dusun Curahwindu RT 20/RW 05. Serta, rumah milik Emi, 45, warga Dusun Curahwindu RT 19/RW 05.

Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan mengatakan, sesuai mandatory, pihaknya membangun tiga unit rumah yang tidak layak huni. “Yang satu sudah dan satu lagi hampir rampung. Sedangkan, yang satu lagi baru dimulai karena kemarin masih nunggu hari baik,” katanya. Ketiga RLTH itu dianggarkan dari dana desa senilai Rp 55.800.000.

Selain RTLH, Pemerintah Desa Tigasan Kulon juga membangun tiga unit MCK di Dusun Curahwindu RT 19 dan RT 20/RW 03. Ketiga unit MCK ini difungsikan sebagai fasilitas umum untuk warga sekitar. Pembangunannya dianggarakan dari dana desa Rp 24.300.000.

Baca Juga: Atasi Kekeringan di Tigasan Kulon Leces, Pemdes Buat Sumur Bor

NYAMAN: Tim Monev Kecamatan Leces meninjau pembangunan jalan rabat beton yang di Dusun Degedeg. Kini pembangunannya sudah rampung dan nyaman dilewati
NYAMAN: Tim Monev Kecamatan Leces meninjau pembangunan jalan rabat beton yang di Dusun Degedeg. Kini pembangunannya sudah rampung dan nyaman dilewati

Pompa Pendapatan Desa dari Peternakan Kambing

Pemerintah Pusat menggalakkan satu program yang harus diikuti oleh sejumlah daerah. Yakni, ketahanan pangan. Demi mendukung program wajib pemerintah daerah itu, sama dengan daerah-daerah lain, Pemerintah Desa Tigasan Kulon, juga mulai menggarap secara serius program ketahanan pangan.

Tahun sebelumnya pemerintah desa memilih peternakan kambing sebagai ketahanan pangan. Awalnya, memiliki 20 ekor kambing. Sejumlah kambingnya pun sudah beranak pinak.

Melanjutkan program sebelumnya, tahun ini pemerintah desa berencana beternak kambing lagi untuk program ketahanan pangan ini. Beternak kambing dipilih karena menyesuaikan dengan kondisi dan potensi desa. Di desa ini tersedia banyak pakan kambing, seperti rumput dan dedaunan.

“Kami berencana akan beternak kambing lagi sama dengan tahun sebelumnya. Agar tidak perlu belajar dari nol lagi untuk beternak jadi kami samakan,” ujar Kepala Desa Tigasan Kulon Suhin Setiawan.

Nantinya kambing-kambing yang dipelihara akan digemukkan untuk selanjutnya dalam dijual. Hasilnya akan masuk ke kas desa yang bisa digunakan untuk menunjang program-program desa. Program ini dialokasikan Rp 223.400.000. “Kambingnya saat ini masih proses penggemukan,” ujarnya. (ran/rud/*)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#jembatan #tigasan kulon #transportasi #Leces